Dokter Imbau Warga Usia 40 Tahun Berolahraga Secara Terukur
Aktivitas fisik secara konsisten pada kelompok usia 40 tahun ke atas dinilai efektif menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan menjaga kebugaran tubuh jangka panjang. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit (RS) Sari Asih Sangiang, dr. Cut Arsy Rahmi, pada Sabtu (25/7/2026).
Aktivitas olahraga diimbau untuk tidak dijadikan ajang perlombaan dalam mencapai intensitas tertinggi secara mendadak. Jenis olahraga aerobik ringan seperti jalan cepat, bersepeda, serta berenang sudah memadai apabila dilakukan secara teratur.
"Yang terpenting adalah konsistensi dan peningkatan kemampuan secara bertahap. Tetap aktif bergerak, tetapi lakukan secara cerdas, bertahap, dan terukur," ujar dr. Cut Arsy Rahmi.
Peningkatan beban latihan fisik yang terlalu cepat dapat meningkatkan beban kerja organ jantung. Kondisi ini berisiko memicu pemicu kejadian kardiovaskular akut, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit jantung tersembunyi.
"Memasuki usia 40 tahun bukan berarti harus berhenti berolahraga. Justru olahraga tetap penting, tetapi perlu dilakukan secara cerdas, bertahap, terukur, dan sesuai kondisi kesehatan," kata dr. Cut Arsy Rahmi.
Pemeriksaan dan pengenalan kondisi fisik menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk menaikkan intensitas latihan mingguan.
"Yang penting bukan menghindari olahraga, tetapi mengenali kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga. Aktivitas fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap, terukur, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan dari tubuh," kata dr. Cut Arsy Rahmi.
Sebagai acuan umum panduan kesehatan, World Health Organization (WHO) merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit per minggu, atau latihan intensitas tinggi selama 75 hingga 150 menit per minggu guna mencegah penyakit tidak menular.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow