Kebiasaan Naik Tangga Mampu Pangkas Risiko Kematian Akibat Jantung
Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara konsisten saban hari menyimpan dampak signifikan bagi kelangsungan hidup. Kebiasaan sederhana seperti memilih naik tangga dibanding lift ternyata efektif menekan potensi kematian akibat gangguan jantung.
Hasil analisis peneliti University of East Anglia (UEA) bersama Norfolk and Norwich University Hospital menunjukkan orang yang rutin menaiki tangga memiliki risiko 39 persen lebih rendah meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Kelompok ini juga mencatatkan risiko kematian 24 persen lebih rendah dari berbagai penyebab lain dibandingkan mereka yang enggan memanjat tangga, seperti dilansir dari Detik Health.
Riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiovascular Drugs pada 13 Agustus 2025 tersebut turut memetakan manfaat klinis lainnya. Tim UEA mengodekan bahwa kebiasaan ini dapat menekan potensi munculnya gangguan fatal seperti serangan jantung, stroke, hingga kegagalan fungsi jantung.
Kondisi medis terkait pembuluh darah memang menjadi ancaman serius kesehatan publik. Vassilios Vassiliou dari Sekolah Kedokteran Norwich UEA menerangkan bahwa penyakit kardiovaskular menjadi pemicu utama kematian global, di mana lonjakan kasusnya hampir berlipat ganda sepanjang rentang tahun 1990 hingga 2019.
Peneliti menguji temuan ini dengan meninjau ulang hampir 1.900 studi mendalam. Data yang dihimpun mencakup lebih dari 480 ribu partisipan berusia 35 hingga 84 tahun, baik individu sehat maupun pemilik riwayat gangguan jantung, dengan rentang pemantauan rata-rata 14 tahun.
Secara anatomis, aktivitas memanjat tangga memaksa tubuh bekerja ekstra melawan tarikan gravitasi. Gerakan ini tergolong olahraga berikatan rendah namun intens melatih kelompok otot besar sekaligus menguatkan daya tahan jantung.
Temuan spesifik menunjukkan intensitas menaiki sekitar enam anak tangga per hari sudah mampu memberikan dampak positif yang nyata. Meski begitu, para ahli menilai investigasi lanjutan masih diperlukan guna menetapkan porsi paling optimal.
"Beberapa penelitian yang kami teliti menunjukkan bahwa semakin banyak tangga yang dinaiki, semakin besar manfaat kesehatannya," kata peneliti dari Norwich Medical School UEA, Sophie Paddock.
"Namun, bahkan perubahan kecil pun memiliki dampak yang terukur," ujar Sophie Paddock.
Tingginya angka gangguan jantung erat kaitannya dengan pola hidup modern. Vassiliou mencatat lebih dari seperempat populasi dewasa dunia belum memenuhi standar aktivitas fisik minimal, yang diperparah oleh kebiasaan merokok, pola makan buruk, hingga obesitas.
"Bahkan aktivitas fisik singkat pun memiliki dampak kesehatan yang bermanfaat, dan menaiki tangga dalam waktu singkat seharusnya menjadi target yang dapat dicapai untuk diintegrasikan ke dalam rutinitas harian," kata Sophie Paddock.
Kendati kaya manfaat, intervensi fisik ini tidak bisa diterapkan secara merata pada semua orang. Individu dengan kendala mobilitas fisik atau gangguan sendi kronis disarankan memilih alternatif gerak lain yang lebih aman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow