Dokter Paru Tegaskan Klaim Masker Basah Efektif Tangkal Abu Vulkanik Tidak Berdasar

Smallest Font
Largest Font

Anggapan masyarakat terkait efektivitas membasahi masker untuk menangkal paparan abu vulkanik dipastikan tidak memiliki landasan ilmiah. Imbauan ini mencuat di media sosial menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menjangkau sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.

Unggahan yang beredar di platform Threads menyebutkan bahwa penggunaan masker jenis KN yang dibasahi air dapat memperangkap debu agar tidak menembus ke dalam saluran pernapasan. Pengguna tersebut juga menyarankan penggunaan kacamata safety saat beraktivitas di luar rumah, dilansir dari Detik Health.

Menanggapi klaim tersebut, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) menegaskan belum ada riset yang membuktikan metode tersebut.

"Setahu saya tidak ada penelitian ilmiah yang mengkaji hubungan antara masker yang dibasahi atau tidak terhadap abu vulkanik, jadi secara ilmiah tidak bisa dijawab secara pasti," kata dr Tjandra saat dihubungi detikcom, Senin (7/9/2026).

Dokter spesialis paru tersebut menerangkan bahwa penggunaan alat pelindung diri seperti masker pada dasarnya tetap tidak bisa memberikan jaminan keamanan menyeluruh saat terjadi erupsi.

"Masker itu apapun bentuknya adalah salah satu bentuk perlindungan. Tidak bisa dikatakan bahwa penggunaan masker mau bentuk apapun juga akan 100 persen aman dari abu vulkanik, kalau kadar abu vulkaniknya sedang tinggi," katanya.

Mengingat tingkat pemaparan yang berbeda di tiap kawasan, Prof Tjandra mendorong pihak berwenang untuk membagikan pembaharuan data kualitas udara secara berkala kepada publik.

"Karena kan beda-beda kadarnya kan? Kalau bisa pagi sore diberitahukan bahwa hari ini sedang sekian, sore sedang sekian sehingga orang bisa lebih waspada," katanya.

Guna meminimalkan risiko gangguan pernapasan, penggunaan masker medis berkualitas tinggi tetap disarankan bagi warga yang harus beraktivitas di ruang terbuka.

"Tetapi apapun kadar itu, masker itu tidak bisa 100 persen menjamin (terhindar dari paparan), yang ada dalam rekomendasi itu gunakan masker. Apakah itu N95 atau bukan, tentu saja N95 akan lebih bagus karena proteksinya lebih baik," tutupnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed