DPR Bakal Sahkan Aida Budiman Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Smallest Font
Largest Font

Komisi XI DPR RI menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 setelah menjalani uji kepatutan dan kelayakan. Keputusan ini bakal dibawa ke rapat paripurna DPR pada 1 September 2026 untuk disahkan.

Penetapan pejabat karier yang telah mengabdi selama 35 tahun di bank sentral tersebut dilakukan secara musyawarah mufakat. Keputusan ini menjadi bagian dari pengisian jajaran Dewan Gubernur BI bersama Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dan Solihin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan hasil keputusan internal komisi terkait keterpilihan calon tunggal yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Ibu Aida Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terpilih periode 2026-2031," ujar Misbakhun dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Dukungan atas penetapan tersebut juga disampaikan oleh internal legislatif yang menilai rekam jejak panjang Aida sebagai modal utama kepemimpinan. Pengalaman Aida dinilai memberikan pemahaman mendalam terkait dinamika kebijakan moneter dan kelembagaan.

"Dalam catatan kami, Ibu telah berkarier kurang lebih 35 tahun di Bank Indonesia. Jadi memang separuh hidup Ibu didedikasikan untuk Bank Indonesia," ujar Fauzi.

Aida merintis karier di BI sejak 1991 setelah menyelesaikan studi di Institut Pertanian Bogor. Lulusan Master dari University of Southern California dan Doktor Ekonomi dari Claremont Graduate University ini pernah memegang sejumlah posisi strategis, mulai dari Kepala Departemen Internasional, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, hingga Asisten Gubernur. Ia juga sempat menjabat Alternate Executive Director di IMF serta anggota Dewan Komisioner LPS ex-officio dari BI.

Dalam pemaparannya saat fit and proper test pada Rabu (26/8/2026), Aida mengusung visi "Bersama Menuju Indonesia Maju: Kebijakan Bank Sentral yang Adaptif, Inovatif, dan Akseleratif" dengan target menjadikan BI salah satu bank sentral terbaik di kelompok emerging economies.

"Menjadi bank sentral terbaik di Emerging Economies karena kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia harus bisa tetap comparable dibandingkan dengan teori maupun best practices bank-bank sentral lainnya, sehingga kebijakannya credible," kata Aida dalam fit and proper test, Rabu (26/8/2026).

Guna mewujudkan visi tersebut, Aida menyiapkan tujuh program kerja prioritas yang mencakup kalibrasi bauran kebijakan, reformasi data global, perluasan pembiayaan, penguatan PUVA dan diversifikasi mata uang, inovasi sistem pembayaran termasuk QRIS, integrasi UMKM, hingga penguatan bauran kelembagaan.

"Tidak ada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja kalau kita tidak punya lingkungan ekonomi yang stabil," ujar Aida.

Setelah penetapan di Komisi XI DPR RI, berkas keputusan akan diserahkan ke rapat paripurna DPR pada 1 September 2026 mendatang untuk pengambilan keputusan tingkat II sebelum pelantikan resmi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed