DPRD dan ESDM Bahas Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran di Tengah Penolakan

Smallest Font
Largest Font

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah dijadwalkan bertemu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 8 September 2026 untuk membahas rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Ungaran.

Proyek ini mendapatkan penolakan dari sebagian warga yang mengkhawatirkan dampak lingkungan, cagar budaya, dan sumber daya air. Ribuan warga bahkan membuat petisi penolakan.

Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, meminta masyarakat tidak menuduh proyek merusak tanpa bukti dan menegaskan proyek ini masih dalam tahap sosialisasi yang akan dimulai pada semester II 2026, menyasar wilayah Kabupaten Semarang dan Kendal.

Agus mengatakan, pengeboran akan dilakukan dengan kedalaman sekitar 1.500 sampai 2.000 meter untuk mendapatkan uap panas yang menggerakkan turbin. Ia menegaskan aktivitas pengeboran tidak otomatis merusak lingkungan karena air sisa pengolahan akan diinjeksikan kembali ke sistem reservoar.

Selain lingkungan, perlindungan terhadap cagar budaya dan sektor pertanian juga diperhatikan, dengan contoh proyek serupa di Dieng yang tidak merusak cagar budaya setempat.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan proyek masih dalam tahap eksplorasi dan studi kelayakan, dengan kajian teknis dan sosial yang terus dilakukan. Kapasitas proyek direncanakan sekitar 55 MW dengan target operasi pada 2031.

Dwi Anggia menambahkan, pelestarian kawasan cagar budaya seperti Candi Gedong Songo menjadi bagian penting pengembangan proyek, dan lokasi pengeboran ditentukan berdasarkan kajian teknis, bukan hanya posisi sumber panas di permukaan.

Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Nur Saadah, menyampaikan bahwa kunjungan ke Kementerian ESDM akan mendalami manfaat dan risiko proyek, termasuk aspek keamanan mengingat Gunung Ungaran adalah gunung api. Ia juga meminta masyarakat tetap tenang sambil menunggu penjelasan lebih lanjut.

Penolakan tetap berlangsung, dengan Aliansi Semar Gugat menggelar aksi di Bawen. Koordinatornya, Mbah Rahman, menyatakan kekhawatiran akan ancaman terhadap ekosistem, kesuburan tanah, dan sumber air bersih, serta dampak terhadap Cagar Budaya Gedong Songo.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed