Dian Swastatika Sentosa Perkuat Likuiditas Melalui Divestasi dan Buyback Saham
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengeksekusi dua aksi korporat strategis pada Juni 2026 dengan melakukan program buyback saham senilai Rp57,6 miliar dan divestasi 6% kepemilikan saham Smartfren Telecom senilai Rp1,5 triliun. Langkah emiten Grup Sinar Mas ini diambil sebagai bagian dari reposisi portofolio aset, manajemen modal, serta upaya mengurangi ketergantungan dari bisnis batu bara PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).
Dilansir dari bernas.id, pengurangan kepemilikan DSSA di Smartfren dari 100% menjadi 94% menghasilkan likuiditas besar yang dapat dialokasikan untuk restrukturisasi utang jangka panjang, ekspansi infrastruktur 5G atau data center, akuisisi teknologi, hingga distribusi dividen khusus. Di sisi lain, Sucor Sekuritas menilai DSSA sedang berupaya masuk ke rantai nilai sektor infrastruktur telekomunikasi dan teknologi, termasuk melalui rencana pengambilan 35% saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) di harga Rp523 per saham.
"Rencana DSSA mengambil 35% saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) di harga Rp 523 per saham menggambarkan arah kebijakan untuk masuk ke rantai nilai sektor infrastruktur telekomunikasi," tulis Sucor Sekuritas dalam risetnya yang dikutip investor.id.
Selain sektor telekomunikasi, DSSA juga telah membentuk perusahaan patungan dengan First Gen untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik geotermal 460 megawatt (MW). Langkah ekspansi ke bisnis telekomunikasi, teknologi, dan geotermal ini diproyeksikan bakal menaikkan nilai pasar yang bisa digarap perusahaan menjadi US$76 miliar dari sebelumnya US$33 miliar.
Hingga saat ini, manajemen DSSA dilaporkan belum mengumumkan secara terperinci mengenai peta jalan alokasi dana dari hasil divestasi Smartfren tersebut kepada para investor.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow