Dunia Sepak Bola Berduka Atas Kepergian Legenda Milan Franco Baresi

Smallest Font
Largest Font

Warisan kepemimpinan dan dedikasi luar biasa ditinggalkan oleh legenda AC Milan dan tim nasional Italia, Franco Baresi, setelah mengembuskan napas terakhirnya di usia 66 tahun. Momen publik terakhimya tercatat pada 6 Februari 2026 saat ia menjadi pembawa obor dalam pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina di San Siro.

Perjalanan karier Baresi dimulai saat ia tiba di Milano pada tahun 1973 sebagai anak yatim piatu berusia 13 tahun. Meskipun sempat ditolak oleh Inter Milan karena dianggap terlalu kurus, ia berhasil menembus skuad muda AC Milan tiga tahun kemudian dan membela klub tersebut selama 20 musim berturut-turut.

Prestasi gemilang mengiringi langkahnya, termasuk meraih gelar Juara Dunia 1982 bersama Italia dan memimpin AC Milan meraih berbagai trofi sebagai kapten selama 15 musim. Penghormatan tinggi juga diberikan oleh rival sekota mereka melalui pesan resmi penutup.

Rivalitas sengit namun penuh rasa hormat menyelimuti perjalanan kariernya di derby Milano, terutama saat berhadapan dengan sang kakak, Giuseppe Baresi, yang membela Inter Milan.

"Se ne va Franco Baresi, e con lui una delle figure che più hanno definito, per continuità e livello, la storia del derby di Milano. Capitano del Milan, uomo squadra, bandiera, ha costruito la propria carriera su letture difensive e una leadership riconosciuta anche dagli avversari. Nei 35 derby disputati contro l’Inter, il suo nome è diventato sinonimo di misura e affidabilità dentro una rivalità sempre intensa, ma leale," tulis pihak Inter Milan.

Persaudaraan profesional tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola kota Milano.

"Cercavamo di lasciarla fuori dalla porta. C’era la preoccupazione che nessuno dei due si infortunasse," kata Franco Baresi.

Di dalam ruang ganti, kepemimpinan Baresi diakui sangat dominan seperti saat membawa Rossoneri menjuarai Liga Champions di Athena melawan Barcelona, di mana ia memberikan arahan taktis langsung kepada para pemain.

"La partita la vinciamo sulle fasce, tu punta e vai," kata Baresi kepada Donadoni.

Instruksi pertahanan ketat juga langsung diberikan kepada lini belakang timnya.

"Tu Filippo appena cercano Romario vagli subito addosso e tu Paolo alza la difesa," kata Baresi kepada Filippo Galli dan Paolo Maldini.

Maldini sempat mempertanyakan penyesuaian posisi pertahanan tersebut.

"Ma non è meglio che lo faccia Mauro," kata Paolo Maldini.

Ketegasan sang kapten memastikan skema taktik berjalan sesuai rencananya.

"No, lo farai tu Paolo," kata Baresi.

Pelatih Fabio Capello secara penuh menyerahkan kepemimpinan lapangan kepada Baresi saat itu.

"Ha già detto tutto il capitano, andiamo ad alzare la Coppa," kata Fabio Capello.

Keberanian Baresi juga teruji saat memperkuat Italia di final Piala Dunia 1994 pascaoperasi meniskus, di mana ia bertarung habis-habisan di lapangan.

"Appena mi giravo o prendevo la palla c’era lui," kata Romario.

Keteguhan hatinya dalam menghadapi penyakit di akhir hayatnya tercermin dari pernyataan mendalam yang pernah ia sampaikan kepada publik.

"La cosa più difficile della malattia è accettare che tutto cambi in un istante. Essere un atleta mi ha aiutato a lottare, e il mio corpo mi ha permesso di resistere ed andare avanti. Del resto l’ho fatto per tutta la vita: io ho sempre lottato, in campo e fuori.

La gente sa quello che mi è successo, e io so che la gente lo sa. Il calore del pubblico mi è arrivato addosso fortissimo," kata Franco Baresi.

Pemerintah Kota Milano sebelumnya telah menganugerahkan penghargaan tertinggi Ambrogino d'Oro pada 7 Desember 2021 atas dedikasi serta kontribusi besarnya bagi dunia olahraga dan kota Milano.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed