Eduardo Perez Menilai Sepak Bola Indonesia Berkembang Pesat
Mantan pelatih kiper Timnas Indonesia Eduardo Perez optimistis Skuad Garuda berpeluang menembus putaran final Piala Dunia 2030 menyusul lompatan kualitas sepak bola nasional yang dinilainya sangat signifikan dalam delapan tahun terakhir.
Pria asal Spanyol berusia 49 tahun tersebut mencermati transformasi besar sepak bola tanah air jika dibandingkan dengan eranya saat mendampingi pelatih Luis Milla pada kurun waktu Januari 2017 hingga Juni 2018.
Perkembangan tersebut terlihat dari situasi tim nasional yang kini ditangani John Herdman, sangat berbeda dibanding saat ia dan Luis Milla bertugas pasca-sanksi pembekuan FIFA pada Mei 2015 hingga dicabut pada Mei 2016.
Eduardo menjelaskan tantangan awal yang dihadapi tim kepelatihan era Luis Milla saat pertama kali bertugas di tanah air.
"Berbeda, sangat berbeda. Itu sudah lama sekali. Saya pikir sekitar delapan tahun lalu. Pada saat itu, seperti yang kita ingat, Indonesia baru saja keluar dari hukuman FIFA," ujar Eduardo Perez.
Kondisi pasca-sanksi membuat jajaran pelatih terpaksa memfokuskan pembentukan tim dari kelompok umur, terutama skuad U-23 untuk menghadapi SEA Games dan Asian Games 2018.
"Saat itu, tim senior tidak bisa bertanding. Kami memulai dari tim U-23. Saya sangat senang ketika melihat banyak pemain dari generasi tersebut sekarang bermain di level teratas di Super League," jelas Eduardo Perez.
Mantan arsitek PSS Sleman dan Persebaya Surabaya itu menambahkan bahwa pondasi pemain alumni timnas U-23 2017–2018 kini menjadi tulang punggung di kompetisi domestik.
"Saya sangat senang melihat banyak pemain dari generasi itu kini bermain di level tertinggi, di Liga 1. Berbeda dengan kondisi saat itu," kata Eduardo Perez.
Selain membahas perjalanan tim nasional, Eduardo Perez membeberkan kabar terbaru mengenai Luis Milla yang saat ini berada di Spanyol dalam kondisi baik.
"Saya akan bertanya kepadanya besok," kata Eduardo Perez saat ditanya mengenai peluang Luis Milla kembali melatih di Indonesia.
Eduardo menilai mantan pelatih Persib Bandung tersebut sebagai sosok profesional yang membuka jalan kariernya di sepak bola Indonesia.
"Luis Milla adalah seorang profesional yang luar biasa. Dia orang yang memberi saya kesempatan untuk datang ke sini, mengenal negara ini, dan bekerja di sini," kerang Eduardo Perez.
Meskipun menikmati kehidupannya di Spanyol, Luis Milla disebut masih menyimpan ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia.
"Dia sangat bahagia di Spanyol, tetapi juga sangat merindukan Indonesia karena dia mencintai Indonesia," ungkap Eduardo Perez.
Eduardo menegaskan bahwa keputusan untuk kembali melatih klub atau tim di Indonesia sepenuhnya berada di tangan Luis Milla sendiri.
"Jadi, saya tidak tahu apakah dia akan kembali bekerja di sini atau tidak. Menurut saya, itu pertanyaan untuknya, bukan untuk saya," tutur Eduardo Perez.
Ia meyakini kapasitas Luis Milla sebagai juru taktik berkualitas dunia yang selalu memberikan dampak positif di mana pun bertugas.
"Namun, yang bisa saya katakan adalah ini hal yang luar biasa, karena dia adalah sosok kelas atas," pungkas Eduardo Perez.
Mengenai perbedaan situasi era kepelatihannya dengan era pelatih Timnas Indonesia saat ini, Eduardo menekankan perubahan masa yang cukup panjang.
"Situasinya berbeda, sungguh berbeda. Sudah lama sekali, itu terjadi delapan tahun yang lalu," kata Eduardo Perez.
PSSI sebelumnya mendatangkan Luis Milla pada 20 Januari 2017, delapan bulan setelah Indonesia terbebas dari sanksi internasional.
"Saat itu, ingat Indonesia baru saja lepas dari sanksi FIFA. Saat itu, Tim senior tidak bisa berkompetisi dan kami memulainya dengan timnas U-23 Indonesia," kata Eduardo Perez.
Setelah Indonesia hampir melenggang ke putaran final Piala Dunia 2026, Eduardo berharap dukungan penuh terus diberikan agar Skuad Garuda bisa tampil di Piala Dunia 2030 yang digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
"Tetapi, memang berbeda, sangat berbeda. Pada saat itu kondisinya seperti itu," tutur Eduardo Perez.
Ia mendorong seluruh pihak untuk bahu-membahu menjaga momentum kebangkitan sepak bola nasional.
"Dalam delapan tahun, saya pikir perkembangan sepak bola di Indonesia sangat besar dan tentu saja kita perlu terus mendorong bersama-sama agar sepak bola Indonesia terus berkembang dan, mudah-mudahan, kita akan tampil di Piala Dunia berikutnya," ucap Eduardo Perez.
Eduardo mengakhiri pernyataannya dengan optimisme tinggi terhadap masa depan Skuad Garuda di panggung internasional.
"Dalam delapan tahun ini, menurut saya perkembangan sepak bola Indonesia sangat pesat. Tentu saja kami perlu terus berupaya bersama untuk terus berkembang. Insya Allah, Indonesia akan melaju ke Piala Dunia 2030," tutup Eduardo Perez.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow