Efek Makan Daging Ayam Setiap Hari Bagi Kesehatan Tubuh

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Konsumsi daging ayam harian menjadi pilihan populer masyarakat karena harganya terjangkau dan mudah diolah. Namun, efektivitas dan dampaknya terhadap tubuh sangat bergantung pada bagian potongan, porsi, serta teknik memasaknya.

Seperti dilansir dari Detik Food, daging ayam merupakan sumber protein lengkap berkualitas tinggi. Bahan pangan ini menyimpan sembilan asam amino esensial yang mendukung daya tahan tubuh, perbaikan jaringan otot, hingga penyediaan energi harian.

Ahli gizi Mary Morawetz, MS, RD menjelaskan bahwa ayam sanggup memenuhi target protein harian tanpa risiko timbunan kalori berlebih. Hal tersebut terjadi karena kandungan lemaknya minim serta tidak memiliki karbohidrat.

Meski memiliki nutrisi tinggi, para pakar kesehatan menyarankan variasi menu harian. Konsumsi ayam sebaiknya diselingi dengan sumber protein lain seperti ikan, telur, hingga kacang-kacangan.

Pilihan bagian potongan ayam menentukan jenis nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Ahli gizi Lauren Slayton, MS, RD menyebut porsi dada ayam sebesar 170.1 hingga 226.8 gram mampu menyalurkan sekitar 50 gram protein.

Dada dan sayap masuk dalam kategori daging putih. Area ini memiliki otot yang jarang bergerak berat, sehingga kadar protein mioglobinnya rendah dan membuat warnanya tampak lebih pucat. Bagian ini cenderung lebih rendah lemak serta kaya akan niasin.

Sementara itu, paha dan kaki tergolong daging gelap. Otot pada area tersebut aktif digunakan berdiri maupun berjalan, sehingga kaya akan mioglobin dan aliran darah. Bagian ini mengandung lemak sedikit lebih tinggi, namun kaya akan zat besi, seng, serta vitamin B.

Kedua jenis potongan ini sama-sama membekali tubuh dengan selenium, fosfor, serta vitamin B kompleks seperti niasin, B6, dan B12. Mengombinasikan keduanya sangat dianjurkan guna memperoleh profil nutrisi yang seimbang.

Dampak Mengonsumsi Ayam Saban Hari

Asupan harian daging ayam membawa sejumlah perubahan pada fungsi organ dan sistem tubuh:

1. Risiko Inflamasi
Ayam memiliki kandungan zat besi heme yang tergolong rendah, sehingga memicu peradangan lebih kecil dibanding daging merah. Namun, kelebihan asupan asam arakidonat di dalamnya tetap berpotensi memicu inflamasi jika dikonsumsi berlebihan.

2. Regulasi Suasana Hati
Kandungan asam amino triptofan dalam daging ayam mendorong pembentukan serotonin untuk menjaga kestabilan suasana hati. Vitamin B kompleks di dalamnya juga berperan menekan tingkat stres dan merawat fungsi saraf.

3. Pengendalian Gula Darah
Ayam yang bebas karbohidrat tidak secara langsung menaikkan kadar glukosa darah. Asupan proteinnya justru membantu menahan lonjakan gula saat dipadukan dengan makanan berkarbohidrat, selama tidak diolah menggunakan tepung tebal, santan, atau kuah kental.

4. Penguatan Sistem Imun
Kandungan seng, selenium, vitamin B6, serta protein berperan langsung dalam pembentukan sel imun dan antibodi tubuh.

5. Pasokan Energi
Kandungan zat besi bertugas mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh, sementara niasin dan vitamin B membantu proses metabolisme pengubahan makanan menjadi energi secara bertahap.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed