Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen Didorong Program MBG
Badan Pusat Statistik mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026 di Jakarta, Rabu (5/8/2026). Capaian tersebut ditopang oleh pesatnya realisasi pencairan anggaran program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah.
Realisasi pencairan anggaran Makan Bergizi Gratis hingga akhir Juni 2026 sudah menyentuh angka Rp98,8 triliun. Angka tersebut merupakan akumulasi dari realisasi kuartal I-2026 sebesar Rp54,1 triliun dan penyerapan kuartal II-2026 senilai Rp44,7 triliun.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menyampaikan bahwa percepatan belanja negara ini berdampak langsung terhadap laju PDB.
"Tentu realisasi belanja pemerintah itu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Edy.
Edy membandingkan lonjakan anggaran program tersebut dengan periode tahun sebelumnya yang mencatatkan perbedaan signifikan.
"Dibandingkan dengan 2025 realisasi meningkat tinggi karena saat itu kuartal II-2025 realisasi MBG baru Rp 2,9 triliun, sekarang kuartal II-2026 Rp 44,7 triliun," tegasnya.
Lonjakan pencairan anggaran ini mendorong konsumsi pemerintah tumbuh 15,97 persen secara tahunan pada kuartal II-2026 dan menyumbang 7,57 persen terhadap PDB. Besarnya belanja negara ini sekaligus menopang total pertumbuhan ekonomi semester I-2026 hingga mencapai 5,45 persen.
"Jadi semakin besar realisasinya, tentu akan berpengaruh, karena setiap rupiah yang dibelanjakan akan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi," ucap Edy.
Di samping belanja negara, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto atau investasi juga menampakkan kinerja solid lewat pertumbuhan 6,88 persen. Di sisi lain, peningkatan impor sebesar 8,66 persen memicu defisit perdagangan sebesar US$1,97 miliar dan memberi andil negatif pada net ekspor.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow