ACC dan Big 12 Dukung Ekspansi Playoff Football Kampus Jadi 24 Tim

Smallest Font
Largest Font

Format babak playoff American football tingkat perguruan tinggi AS atau College Football Playoff kini berpeluang besar melonjak dua kali lipat menjadi 24 tim pada tahun 2027 mendatang.

Langkah ini kian mendekati kenyataan setelah perwakilan konferensi besar ACC dan Big 12 menyatakan dukungan terbuka mereka secara publik pada pertengahan Mei 2026, menyisakan pihak SEC yang masih bertahan dengan usulan format 16 tim.

Komisioner ACC, Jim Phillips, mengutarakan dukungannya terhadap format baru ini saat menghadiri pertemuan musim semi liga di Amelia Island, Florida.

"Keinginan kami bersama para pelatih dan direktur atletik adalah 24," ujar Jim Phillips, Komisioner ACC.

Phillips menilai sistem yang lama kerap merugikan tim-tim kuat yang memiliki performa impresif selama musim reguler berlangsung.

"Ketika Anda meninggalkan tim-tim penantang juara nasional di luar babak playoff, Anda tidak memiliki jumlah yang tepat. Kami menjalaninya, kami menderita karenanya bersama Florida State, ketika jumlah lapangan masih empat," kata Jim Phillips, Komisioner ACC.

Ia juga menambahkan beberapa preseden dari universitas besar lain yang mengalami nasib serupa akibat terbatasnya slot turnamen.

"I know other schools have suffered for it. Notre Dame was a CFP-worthy team last year and you saw what happened to the last team that got invited with Miami," tutur Jim Phillips, Komisioner ACC.

Perubahan sikap juga ditunjukkan oleh Komisioner Big 12, Brett Yormark, yang kini ikut berpihak pada gagasan penambahan kuota peserta turnamen akhir musim tersebut.

"We like 24, we want 24," tegas Brett Yormark, Komisioner Big 12.

Yormark menganggap penambahan kuota ini memberikan keadilan bagi tim-tim yang sudah bertanding keras sepanjang kompetisi utama.

"There are too many teams getting left out and 24 teams provides the type of access that is warranted," ucap Brett Yormark, Komisioner Big 12.

Meski begitu, ia menegaskan pentingnya kalkulasi matang dari sisi finansial sebelum format baru ini resmi diterapkan.

"That being said, we need to do the work around the economics around a 24-team format and make sure we address any unintended consequences," tambah Brett Yormark, Komisioner Big 12.

Di sisi lain, Komisioner SEC Greg Sankey dalam pertemuan di Birmingham menyatakan bahwa pihaknya masih berfokus pada analisis format alternatif lain.

"The number of teams being 16 is still our focus, (but) we’re open to the conversation," cetus Greg Sankey, Komisioner SEC.

Sankey menekankan perlunya basis data kuat dalam mengambil keputusan besar yang menyangkut kelangsungan liga profesional olahraga ini.

"There are a lot of ideas out there that have to be supported with analysis and information, not speculation," imbuh Greg Sankey, Komisioner SEC.

Ia juga menilai perlu adanya kajian mendalam mengenai dampak komersialitas dan gengsi dari setiap laga yang dimainkan.

"And as important as the college football regular season is, if you can build upon that as well as the postseason, awesome, let’s get to it," lanjut Greg Sankey, Komisioner SEC.

Sankey berkaca pada pertumbuhan liga olahraga profesional lain yang selalu berkembang lewat tahapan riset yang komprehensif.

"We’re trying to inform that with research. We’ve done that, from our perspective, with 16," papar Greg Sankey, Komisioner SEC.

SEC ingin memastikan ekspansi ini tidak menurunkan nilai kompetitif dari laga-laga krusial di akhir musim.

"We want to understand, through some analytic support, games that matter in an expanded environment, and games that might not matter," jelas Greg Sankey, Komisioner SEC.

Sankey juga menyoroti benturan jadwal padat yang melibatkan laga penentuan juara konferensi dan pertandingan liga NFL.

"Conference championship games still exist, and there are contracts around those for the first week of December, so plenty of opinions about whether they continue or not," tukas Greg Sankey, Komisioner SEC.

Ia mengkhawatirkan pergeseran lini masa ini berpotensi menggerus rating siaran televisi dari kedua belah pihak.

"Then you’re at Army-Navy week (the second Saturday in December), then you’re at NFL Saturday, and we’ve already infringed upon that, and you can see the impact upon both sides’ ratings, the NFL and college football on that Saturday," urai Greg Sankey, Komisioner SEC.

Masalah ketersediaan waktu menjadi poin krusial yang dipertanyakan oleh perwakilan SEC tersebut.

"So where do you fit all the games in?" tanya Greg Sankey, Komisioner SEC.

Pelatih Georgia, Kirby Smart, sebelumnya menyatakan dukungan penuh terhadap opsi perluasan jumlah tim peserta playoff ini sejak awal tahun.

"I’m a fan of 16 to 24 because of the currency (television inventory) and what we’re measured by as coaches," aku Kirby Smart, Pelatih Georgia.

Smart menginginkan agar para pendukung tim dan pemain mendapatkan panggung kompetisi yang lebih luas di tingkat nasional.

"I want to get my team in there, it’s an opportunity, and I want my fanbase to be engaged," sambung Kirby Smart, Pelatih Georgia.

Namun, ia mengakui perluasan ini memicu pergeseran nilai pada beberapa pertandingan reguler yang kini dirasa menjadi kurang krusial.

"I don’t know where that line of demarcation is … we’re at four (teams), and now we’re at 12, and now is it 16, or is 24 too many?" tutur Kirby Smart, Pelatih Georgia.

Smart mencontohkan performa Miami yang dinilainya tetap kompetitif dan layak bersaing memperebutkan mahkota juara meski menelan dua kekalahan.

"I don’t know where the line is drawn on that because for Miami, who legitimately — I won’t say should have won, but could have won the national championship, they could have won it — they had two losses to teams that are competitive to them in their conference … they had two games they shouldn’t have lost," ulas Kirby Smart, Pelatih Georgia.

Logika kompetisi sepuluh tahun terakhir dinilainya otomatis runtuh dengan fleksibilitas sistem baru ini.

"I feel like for 10 years I’ve been here, if you lost two games you shouldn’t lose, you were gone, you were out (of the playoffs), but they (Miami) were good enough to win it," kata Kirby Smart, Pelatih Georgia.

Kendati demikian, sejumlah pelatih lain seperti Lane Kiffin dari LSU mengkhawatirkan risiko kelelahan dan cedera pemain akibat jadwal ekstra yang harus dilalui.

"You know, the reward to get a bye versus the risk to get knocked out completely. I mean ... that’s a really big risk," ungkap Lane Kiffin, Pelatih LSU.

Dilansir dari laporan media New York Times dan SI, jika format 24 tim ini ditarik mundur sejak awal era CFP tahun 2014, tim seperti Oregon Ducks tercatat bakal lolos sebanyak delapan kali ke babak playoff, termasuk meloloskan mantan quarterback andalan mereka, Justin Herbert dan Bo Nix.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed