Emtek Resmi Raih Hak Siar Penayangan Asian Games 2026
Emtek Media secara resmi mengumumkan penunjukannya sebagai mitra penyiaran Asian Games 2026 pada Jumat, 4 September 2026 di Jakarta. Penggemar olahraga Tanah Air dipastikan dapat menyaksikan seluruh rangkaian pertandingan ajang tersebut melalui jaringan ekosistem Emtek, seperti dilansir dari Bola.
Penayangan ajang olahraga terbesar se-Asia ini didistribusikan melalui platform Over-The-Top (OTT) Vidio dan Pay TV Nex. Vidio memfasilitasi kebutuhan penonton dengan menyiapkan delapan saluran khusus agar laga yang berjalan bersamaan dapat diakses secara langsung, lengkap dengan fitur siaran ulang utuh serta cuplikan pertandingan.
Sementara itu, Nex menghadirkan siaran kompetisi tersebut melalui saluran khusus Champions TV 7 dan Champions TV 8.
"Kita akan luncurkan Champions TV 7 dan 8 sebelum tanggal 10 yang isinya 100 persen untuk Asian Games," papat Hendy Lim, Head of Sports EMTEK Media dan CEO NEX.
Kelengkapan cakupan siaran ini memicu tanggapan dari mantan atlet judo nasional, Krisna Bayu, yang membandingkan kemudahan akses masa kini dengan pengalamannya saat masih aktif berkompetisi.
"Kalau saya lima kali ikut Asian Games, lebih dari sepuluh kali ikut SEA Games, nontonnya cuma di televisi satu, kelewat gak bisa nonton," ujar Krisna saat menghadiri peluncuran di SCTV Tower, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia tersebut menilai ketersediaan delapan saluran berbeda di platform digital memberikan fleksibilitas tinggi bagi masyarakat untuk mendukung berbagai cabang olahraga secara bersamaan.
"Dengan hadirnya Emtek Media, Vidio dan Nex ini, saya seakan-akan iri, ingin lahir lebih telat, biar saya bisa ditonton gitu. Delapan siaran berbeda-beda dengan channel yang berbeda-beda ini membuat kami, generasi itu iri. Waktu itu kita bertanding aja hingga saat ini, tidak mempunyai video untuk ditonton," ungkap Krisna.
Ketua cabang olahraga Sambo tersebut juga menyoroti masalah dokumentasi pertandingan di masa lampau yang terbilang amat terbatas.
"Jadi, kalau saya menginformasikan kepada anak-anak, teman-teman adik-adik atlet itu, bahwa saya itu petarung sejati waktu itu, buktinya tidak ada," sambung Krisna.
Lebih lanjut, peraih medali emas SEA Games 2001 itu menggarisbawahi fungsi vital rekaman siaran sebagai alat perlindungan resmi bagi atlet jika terjadi keputusan yang merugikan di lapangan.
"Dan saat atlet-atlet mengalami kerugian, kita bisa laporin ke IF-nya, AF-nya, ke IOC atau OCA. Ini loh, bukti ini. Bukti ini bisa kita kutip dari media ini untuk kita laporkan bahwa terjadi kesalahan hal-hal seperti ini," tegas Krisna.
Dukungan penyiaran lintas platform ini turut mendapat apresiasi positif dari tim Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026.
"Kami menyambut baik kolaborasi ini karena kehadiran tayangan yang luas dan mudah diakses akan semakin mendekatkan perjuangan para atlet dengan masyarakat Indonesia. Bagi para atlet yang sedang mempersiapkan diri untuk bertanding di Aichi-Nagoya, dukungan dari tanah air memiliki arti yang sangat besar. Kami berharap melalui Vidio dan Nex, semakin banyak masyarakat yang dapat menyaksikan, mengikuti, dan memberikan dukungan kepada perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games 2026," ucap Anggy Pasaribu, Deputi 3 CdM yang mewakili Todotua Pasaribu.
Jangkauan siaran yang masif ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan publik dalam mengawal perjuangan kontingen Merah Putih di Aichi-Nagoya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow