Eric García Menjaga Keseimbangan Performa Lewat Martorell dan Santa Pau
Bek Barcelona Eric García menjaga keseimbangan mental dan performa fisiknya di tengah kompetisi Piala Dunia 2026 bersama tim nasional Spanyol dengan kembali ke akar budayanya di Martorell serta tempat relaksasi di Santa Pau, Girona. Pemain berusia 25 tahun tersebut menjadi andalan pelatih Hansi Flick di Barcelona karena fleksibilitasnya bermain di berbagai posisi pertahanan serta lini tengah. Ketangguhan mental García terbentuk dari lingkungan kerja keras di kota industri Martorell, tempat ia dibesarkan dan membangun pusat kebugaran pribadi untuk menjaga kondisi fisik. Di sisi lain, kawasan abad pertengahan Santa Pau di La Garrotxa menjadi tempat pelarian utama García untuk melepaskan penat dari dunia sepak bola yang penuh tekanan dan sorotan media.
"Es como sentirse en casa" kata Eric García mengenai kawasan bersejarah tersebut.
Keluarga García kerap membawanya ke Santa Pau sejak kecil, sebuah desa di tengah Taman Alam Zona Volkanik La Garrotxa yang menawarkan ketenangan di antara arsitektur batu kuno abad ke-13 dan puluhan gunung berapi tidur. Karakter kompetitif dan kecerdasan taktis García juga diakui telah terlihat sejak masa kecilnya saat bermain di lapangan lokal Martorell.
"Este niño piensa como un adulto" kata pelatih masa kecilnya di sepak bola akar rumput setempat. Kini, García terus membawa nilai-nilai kerja keras dari kampung halamannya tersebut ke panggung internasional, termasuk saat memperkuat Spanyol dalam laga fase grup melawan Arab Saudi di Atlanta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow