Laporan Palestina Ungkap Eskalasi Serangan Pemukim di Tepi Barat

Smallest Font
Largest Font

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) melaporkan peningkatan aksi Israel dan serangan pemukim di Tepi Barat yang diduduki, termasuk upaya perluasan permukiman dan perampasan sumber air milik warga Palestina.

Menurut laporan yang dirilis Sabtu (29 Agustus 2026), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim pemerintahnya telah menyetujui 264 permukiman dan pos terdepan di Tepi Barat. Jumlah kawasan yang ditetapkan dalam waktu kurang dari setahun pun melonjak hampir 70, sebagai langkah awal untuk perluasan konstruksi, penghubungan pos-pos dengan infrastruktur, dan legalisasi sebagian di antaranya.

Laporan tersebut juga mencatat tender pembangunan sekitar 1.200 unit permukiman di kawasan E1, timur Yerusalem yang diduduki. Sengketa mengenai perpindahan kewenangan penegakan hukum di Tepi Barat dari tentara pendudukan Israel ke polisi pun masih berlanjut.

Serangan pemukim tercatat di berbagai wilayah, termasuk Yerusalem, Hebron, Betlehem, Ramallah, Nablus, Tulkarm, dan Lembah Yordan. Aksi kekerasan meliputi pemukulan, penembakan, pembakaran rumah dan pabrik, pencabutan pohon zaitun, pencurian ternak, pendirian pos permukiman baru, perataan lahan, serta pemutusan tiang listrik dan saluran air.

Di Yerusalem, otoritas pendudukan membagikan sekitar 30 pemberitahuan penghancuran di Anata. Wilayah lain mengalami serbuan, provokasi, dan pemberitahuan penghancuran yang menargetkan bangunan dekat Tembok Pemisah.

"Di Hebron, warga Palestina terluka akibat temakan senjata dan serangan pemukim, sementara sebuah rumah dibakar di Khirbet Hamroush," demikian laporan tersebut.

Di Lembah Yordan, serangan berfokus pada sumber air dan lahan penggembalaan. Pemukim merebut saluran irigasi di Fasayil dan mengalirkannya ke kolam renang, meninggalkan lahan pertanian Palestina kering dan menghentikan aktivitas pertanian. Saluran air dan panel surya juga dirusak, penggembala dicegah mengakses lahan, sementara pasukan pendudukan memulai pekerjaan penggalian dekat Mata Air Al-Hamma untuk kepentingan pemukim.

"Sejak awal tahun, pemukim telah merusak setidaknya 160 lokasi air dan sanitasi di wilayah Palestina yang diduduki," kata laporan itu.

Pejabat Palestina memandang penargetan terhadap sumber air dan lahan sebagai bagian dari kebijakan sistematis untuk menambah tekanan terhadap warga Palestina dan mendorong mereka meninggalkan tanah air.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed