FC Barcelona Uji Coba Lini Depan Lawan FC Basel di Swiss

Smallest Font
Largest Font

Klub raksasa Spanyol, FC Barcelona, menggelar laga uji coba pramusim menghadapi klub Swiss, FC Basel, di Stadion St. Jakob-Park, Swiss, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Pelatih Hansi Flick langsung menguji susunan pemain baru dengan menempatkan rekrutan anyar Anthony Gordon sebagai penyerang sayap kiri sejak awal pertandingan.

Pertandingan pramusim di Swiss ini menjadi pilihan cadangan bagi manajemen Barcelona. Agenda tersebut diambil setelah klub membatalkan laga persahabatan melawan Ittihad Tanger di Maroko akibat krisis migrasi serta ancaman mobilisasi massa di kawasan perbatasan Ceuta. Keputusan pembatalan pertandingan di Maroko tersebut memicu kerugian finansial sebesar 4,5 juta euro atau sekitar Rp92,8 miliar bagi kubu Blaugrana.

Dalam susunan pemain yang diturunkan Flick di St. Jakob-Park, posisi penyerang tengah diisi oleh Raphinha. Sementara itu, Eric Garcia ditempatkan di pos bek kanan dan penjaga gawang Joan Garcia dipercaya tampil mengawal gawang sejak menit pertama. Pemain anyar lainnya, Karim Adeyemi, mengawali laga dari bangku cadangan bersama sejumlah pilar yang baru kembali usai berlaga di Piala Dunia, seperti Lamine Yamal, Dani Olmo, Jules Kounde, dan Pau Cubarsí.

Sejumlah pemain utama terpaksa absen dalam lawatan ke Swiss kali ini. Pedri dan Gavi ditinggal di Spanyol untuk fokus menjalani pemulihan kondisi fisik. Sementara itu, gelandang Frenkie de Jong masih harus menepi dari lapangan akibat cedera meniskus. Di sisi lain, jajaran manajemen Barcelona juga memilih mengistirahatkan beberapa pemain yang masuk dalam daftar transfer pasar musim panas, termasuk Marc Casado, Hector Fort, dan Tommy Marques.

Pelatih FC Basel, Stephan Lichtsteiner, menegaskan komitmen timnya untuk tetap tampil maksimal meski harus menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat di akhir pekan.

"Saya memiliki rasa hormat yang besar terhadap kompetisi dan lawan kami, mereka memiliki kualitas dan akan bertarung dengan penuh semangat. Fokus kami sangat jelas pada hari Sabtu, karena saat itu ada gelar yang ingin kami menangkan," kata Stephan Lichtsteiner, Pelatih FC Basel.

Ia menepis anggapan bahwa pergantian pelatih di kubu lawan akan memengaruhi persiapan taktis anak asuhnya sebelum bertanding.

"Saya tidak berpikir perubahan pelatih di FC Courtételle memiliki dampak besar pada gaya bermain mereka. Pelatih interim kemungkinan akan tampil dengan sistem yang sama, para pemainnya juga sama seperti sebelumnya. Saya tidak tahu latar belakang perubahan itu, tetapi fokus kami dalam hal apa pun berada pada diri kami sendiri," ujar Stephan Lichtsteiner, Pelatih FC Basel.

Mantan pemain tim nasional Swiss tersebut juga menambahkan bahwa rotasi skuad dilakukan demi menjaga kebugaran para pemain muda.

"Kami masuk ke lapangan dengan tim terbaik yang memungkinkan. Pertandingan piala adalah tugas untuk berkembang. Ini adalah ujian karakter yang bagus, meskipun di atas kertas mungkin tidak terlihat begitu spektakuler," tutur Stephan Lichtsteiner, Pelatih FC Basel.

Lichtsteiner menekankan pentingnya komunikasi dengan tim akademi dalam mengelola beban kerja para pemain muda.

"Kami berkomunikasi dengan departemen pemuda mengenai manajemen beban untuk dua pertandingan akhir pekan ini. Kami akan melihat lebih jauh setelah pertandingan di Courtételle yang menjadi prioritas. Pertandingan hari Minggu adalah panggung yang bagus bagi para pemain muda dan berpotensi menjadi motivasi bagi mereka untuk memberikan segalanya demi mencapai level tinggi," ungkap Stephan Lichtsteiner, Pelatih FC Basel.

Mantan gelandang Barcelona dan FC Basel, Ivan Rakitic, menyampaikan pandangannya mengenai pertemuan dua mantan klubnya tersebut.

"Saya sangat bangga dan bahagia pertandingan persahabatan ini dapat terwujud. Sayangnya ini adalah laga persahabatan dan bukan final Liga Champions. Tentu saja, FCB Swiss adalah urusan hati saya.

FCB Spanyol adalah klub dalam karier saya. Saya berharap semua orang di St. Jakob-Park dapat menikmatinya.

Saya percaya ini akan menjadi pesta sepak bola yang sangat besar," kata Ivan Rakitic, Mantan Pemain FC Barcelona dan FC Basel.

Rakitic membagikan pengalamannya mengenai tekanan dan tingginya perhatian publik saat membela Barcelona.

"Ini adalah publikasi yang sangat besar. Saya pikir itu indah. Pada saat seperti ini Anda bisa merasa bangga, meskipun saya bisa memahami bahwa terkadang hal itu terasa tidak nyaman.

Namun saya adalah tipe orang yang suka pergi ke supermarket atau berjalan-jalan di kota bersama istri saya. Itu sama sekali bukan masalah. Saya suka berbicara dengan orang-orang tentang sepak bola atau mengambil beberapa foto," ujar Ivan Rakitic, Mantan Pemain FC Barcelona dan FC Basel.

Ia membeberkan bahwa tidak semua rekannya di ruang ganti menyukai sorotan publik yang intensif tersebut.

"Saya memiliki beberapa rekan kerja yang tidak menganggapnya selucu saya. Itu juga tidak apa-apa. Barcelona adalah kota sepak bola yang sangat gila dan itu akan bertahan selamanya," tutur Ivan Rakitic, Mantan Pemain FC Barcelona dan FC Basel.

Rakitic memuji sistem pembinaan pemain muda di akademi La Masia yang menurutnya sangat konsisten di setiap tingkatan.

"Ketika saya menyaksikan latihan tim berusia 12 tahun, mereka melakukan hal yang persis sama seperti kami para profesional. Dasar yang sama dan hal yang sama sangat penting. Instruksi dari pelatih sama seperti yang kami terima. Dari bawah hingga atas memiliki budaya yang sama, arah yang sama," ungkap Ivan Rakitic, Mantan Pemain FC Barcelona dan FC Basel.

Ia juga memberikan perhatian khusus pada perkembangan penyerang muda Barcelona, Lamine Yamal.

"Dia bisa berkembang di semua area, usianya baru 19 tahun. Saya berharap dia akan melakukan hal itu. Hal terbaik menurut saya adalah dia hanya melakukan apa yang dia inginkan. Orang-orang harus berusaha membiarkannya tenang," kata Ivan Rakitic, Mantan Pemain FC Barcelona dan FC Basel.

Rakitic berharap perlindungan di sekitar Yamal berjalan baik agar sang pemain bisa terus berkembang pesat.

"Saya berharap semuanya tetap berada dalam batas wajar. Namun untuk itu dia memiliki orang-orang yang tepat di sekitarnya di Barcelona. Tidak mudah untuk berada di level seperti itu sebagai pemain berusia 16 atau 17 tahun.

Apa yang telah dia capai hampir seperti di PlayStation. Bahwa dia memenangkan segalanya dalam dua atau tiga tahun sangatlah brutal," ujar Ivan Rakitic, Mantan Pemain FC Barcelona dan FC Basel.

Selepas menuntaskan laga uji coba di Swiss, Barcelona dijadwalkan langsung kembali ke Spanyol untuk bertanding melawan Al Ahly pada ajang Trofeu Joan Gamper di Stadion Spotify Camp Nou pada Rabu, 19 Agustus 2026. Skuad asuhan Hansi Flick selanjutnya akan memulai laga pembuka kompetisi resmi La Liga musim 2026/2027 dengan bertandang ke markas Elche pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed