FC Seoul Dan FC Anyang Bersiap Hadapi Laga Derby K League 1

Smallest Font
Largest Font

Pemimpin klasemen K League 1 FC Seoul dijadwalkan menjamu FC Anyang dalam laga pekan ke-24 di Stadion Anyang pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 19.30 waktu setempat. Pertandingan derby ini menjadi momentum krusial bagi kedua tim setelah Seoul unggul 10 poin di puncak klasemen dengan 47 poin, sementara Anyang berada di posisi ketujuh dengan 30 poin.

FC Seoul datang dengan modal kemenangan dramatis 4-2 atas Daejeon Hana Citizen, setelah sebelumnya mencatatkan dua hasil imbang tanpa gol secara beruntun. Di sisi lain, Anyang berupaya menghentikan tren tiga kekalahan beruntun di liga domestik meski baru saja memastikan tiket perempat final Korea Cup usai mengalahkan Jeju SK.

Pelatih kepala FC Anyang, Yoo Byung-hoon, menekankan pentingnya menjaga emosi para pemain dalam laga tensi tinggi ini. Ia mengingatkan insiden kartu merah pemain mudanya pada pertemuan sebelumnya akibat respons emosional terhadap pendukung lawan.

"Kami masih mengalami kekalahan beruntun di liga. Pertandingan melawan Seoul sangat berarti bagi klub dan para penggemar. Saya dan para pemain sangat menyadarinya. Namun, saya pikir lebih penting untuk bermain tenang daripada membiarkan emosi mendahului," kata Yoo Byung-hoon, Pelatih FC Anyang.

Masalah cedera pemain juga menjadi kendala tersendiri bagi kubu tuan rumah. Beberapa pilar lini serang Anyang mengalami cedera yang mengganggu konsistensi permainan tim dalam beberapa pekan terakhir.

"Pemain tahu betul. Jika Anda terburu-buru, itu akan menjadi hasil buruk bagi tim, jadi meskipun emosi melonjak, Anda harus melihat permainan dengan dingin. Saya mencoba menekankan ini lagi kepada pemain lain," ujar Yoo Byung-hoon, Pelatih FC Anyang.

Yoo juga menambahkan kondisi skuadnya yang belum sepenuhnya bugar jelang laga penting tersebut.

"Cedera pemain musim ini terus berulang. Ini sebagian besar karena manajemen pelatih yang buruk. Ada situasi sulit yang terus menerus dalam pengelolaan tim.

Ayrton belum 100 persen setelah kembali dari cedera. Kita harus berharap lebih pada penampilan Choi Gun-joo dan Chae Hyun-woo," tutur Yoo Byung-hoon, Pelatih FC Anyang.

Sementara itu, Pelatih FC Seoul, Kim Ki-dong, enggan meremehkan tuan rumah meskipun timnya sedang unggul jauh di tabel klasemen. Ia menilai setiap laga di liga sebagai tantangan berat yang harus dihadapi dengan fokus penuh.

"Bahkan ketika kami tertinggal lima poin sebelum jeda Piala Dunia, kami mendapat pujian atas kinerja kami. Bahkan ketika kami tersandung dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan yang membuat kami tertinggal tujuh poin, orang-orang masih menyebutnya krisis. Meskipun sekarang kami memimpin 10 poin, setiap pertandingan secara efektif adalah krisis. Kuncinya terletak pada seberapa baik kami menavigasi setiap pertandingan dan mempertahankan momentum," kata Kim Ki-dong, Pelatih FC Seoul.

Kim menyoroti aspek kebanggaan suporter yang dipertaruhkan dalam laga persaingan historis antara kedua klub ini.

"Tidak ada pertandingan yang tidak penting. Bukan hanya pertandingan Anyang, tetapi juga pertandingan Daejeon dan pertandingan Pohang mendatang semuanya krusial. Karena ini adalah pertandingan yang terikat dengan kebanggaan penggemar, pelatih dan pemain akan memberikan perhatian ekstra dan bertanding dengan semangat juang yang tinggi," ujar Kim Ki-dong, Pelatih FC Seoul.

Ia juga menyadari intensitas tinggi yang selalu ditunjukkan tim tuan rumah saat bermain di kandang sendiri.

"Pemain Anyang selalu mempertahankan energi dan fokus yang tinggi di kandang. Kami harus memanfaatkan kelemahan mereka sambil memaksimalkan kekuatan kami. Dalam pertempuran sengit di lini tengah ini, kapan gol pembuka dicetak pada tahap awal akan menjadi faktor penentu hari ini," tutur Kim Ki-dong, Pelatih FC Seoul.

Persaingan kedua tim tercatat sangat ketat dengan rekor head-to-head yang seimbang, yakni masing-masing meraih satu kemenangan, satu kekalahan, dan tiga hasil imbang dalam lima pertemuan terakhir.

"Setiap kali kami bertemu Anyang, kami saling berhadapan dengan sengit di area gelandang. Saya pikir hasil imbang meningkat karena permainan berlanjut dengan tren yang sama," kata Kim Ki-dong, Pelatih FC Seoul.

Kim menekankan pentingnya mentalitas bertarung di atas lapangan untuk mengamankan poin penuh.

"Tidak ada permainan yang tidak penting bagi kami. Pertandingan melawan Anyang adalah permainan di mana kebanggaan para penggemar dipertaruhkan. Saya dan para pemain tidak punya pilihan selain memberikan perhatian lebih.

Saya pikir ini sama untuk Anyang. Jadi saya pikir para pemain harus menunjukkan lebih banyak kegigihan di stadion," ujar Kim Ki-dong, Pelatih FC Seoul.

Mengenai skema permainan, pelatih Seoul tersebut menargetkan momen yang tepat untuk membongkar pertahanan lawan.

"Saya pikir ini tentang timing mencetak gol. Saya pikir penting kapan dan pada titik mana kami mencetak gol pertama," tutur Kim Ki-dong, Pelatih FC Seoul.

Kim memprediksi kelelahan fisik di babak kedua bisa menjadi celah bagi timnya untuk mencetak gol win.

"Baik kami maupun lawan memiliki konsentrasi yang baik saat memiliki kekuatan, dan kami tidak melihat celah dengan jelas. Namun, di babak kedua, ada ruang karena masalah fisik. Ada lebih banyak peluang untuk mencetak gol. Kami perlu terus menggali area tersebut," kata Kim Ki-dong, Pelatih FC Seoul.

Persiapan khusus juga telah dirancang untuk mengantisipasi permainan agresif tuan rumah sejak menit awal.

"Kami tahu bagaimana satu sama lain akan tampil. Penting seberapa besar konsentrasi yang Anda miliki di lapangan. Anda harus mencegah lawan melakukan apa yang mereka kuasai.

Pemain Anyang berbeda saat bermain di kandang. Mereka tampaknya lebih fokus daripada pertandingan lainnya. Itu sebabnya saya mengalami pertandingan yang sulit.

Jika kami mencetak gol pertama di awal pertandingan, saya pikir kami bisa menjalankannya dengan mudah," ujar Kim Ki-dong, Pelatih FC Seoul.

Susunan pemain FC Anyang mengandalkan formasi 4-3-3 dengan menurunkan Kim Jeong-hoon di posisi penjaga gawang, dibantu lini belakang Kang Ji-hoon, Lee Chang-yong, Kwon Kyung-won, dan Kim Dong-jin. Lini tengah diisi Mateus, Kim Jeong-hyun, serta Knezevic, sementara barisan depan ditempati Chae Hyun-woo, Kim Woon, dan Airton Sousa. Di sisi lain, FC Seoul menggunakan formasi 4-4-2 dengan menurunkan kiper Gu Seong-yun, lini pertahanan Park Soo-il, Yazan Abu Al-Arab, Juan Antonio, dan Kim Jin-su, dibantu lini tengah Jung Seung-won, Lee Seung-mo, Hrvoje Babec, dan Moon Sun-min, serta duet penyerang Anderson Oliveira dan Patryk Klimala.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed