Fenomena Gerhana Matahari Total Bakal Terjadi pada 12 Agustus 2026
Fenomena Gerhana Matahari Total dijadwalkan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan jalur totalitas yang melintasi kawasan belahan Bumi utara seperti Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, Spanyol, hingga Portugal. Meski tidak melintasi wilayah Indonesia, masyarakat Tanah Air tetap dapat menyaksikannya secara daring melalui siaran langsung.
Gerhana matahari terjadi saat posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga menghalangi pancaran cahaya ke permukaan Bumi. Peristiwa ini melintasi jalur tengah dengan durasi totalitas terlama mencapai 2 menit 18 detik di lepas pantai barat Islandia, sementara di Spanyol dan Portugal durasinya berlangsung sekitar satu menit menjelang matahari terbenam.
Pusat penerbangan antariksa NASA mengonfirmasi bahwa siaran langsung tayangan ini dimulai pukul 13.15 EDT pada Rabu, 12 Agustus 2026, atau Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 00.15 WIB. Peneliti memanfaatkan momentum singkat ini untuk mengamati lapisan korona serta aktivitas angin surya yang biasanya terhalang oleh silau fotosfer Matahari.
Profesor Fisika dan Astronomi dari University of Nevada Jason Steffen memberikan penjelasannya terkait pentingnya fenomena sains tersebut.
"Pada awal abad ke-20, gerhana matahari digunakan untuk menguji teori relativitas umum Einstein. Kini, meskipun teknologi satelit sudah maju, observasi langsung saat gerhana tetap tak tergantikan untuk mendalami cuaca antariksa," kata Jason Steffen, Profesor Fisika dan Astronomi University of Nevada.
Pengamatan korona secara langsung krusial untuk memitigasi risiko badai geomagnetik yang berpotensi mengganggu jaringan komunikasi dan kelistrikan di Bumi. Dampak fenomena ini juga dirasakan oleh lingkungan sekitar melalui penurunan suhu udara dan perubahan cahaya mendadak.
Astrofisikawan Emily Watson turut memaparkan kondisi visual yang terjadi di area terdampak totalitas.
"Suasana siang hari akan berubah seketika menjadi senja, dengan suhu udara yang turun dan bintang-bintang mulai terlihat," kata Emily Watson, Astrofisikawan.
Di luar jalur totalitas, masyarakat di sebagian besar Eropa, Kanada, bagian utara Amerika Serikat, hingga Afrika barat laut hanya dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian. Pengamat diimbau wajib menggunakan kacamata khusus berstandar ISO 12312-2 atau filter surya guna menghindari risiko kerusakan retina permanen.
Selain peristiwa tahun 2026, fenomena serupa diperkirakan kembali terjadi pada 2 Agustus 2027 dengan durasi totalitas mencapai 6 menit 23 detik. Fenomena tahun 2027 tersebut diprediksi melintasi jalur Afrika Utara, Eropa Selatan, hingga Timur Tengah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow