Fenomena Langka Blue Micromoon Hiasi Langit pada 31 Mei 2026
Fenomena astronomi langka berbentuk Blue Micromoon atau bulan purnama terkecil sepanjang tahun akan mencapai titik puncaknya di langit global pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 08.45 UTC.
Peristiwa ini menggabungkan dua fenomena sekaligus, yakni posisi bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender masehi serta kondisi apogee saat bulan berada di titik terjauh dari bumi.
Kombinasi tersebut membuat ukuran piringan bulan tampak sekitar 6 persen lebih kecil dan 10 persen lebih redup dibandingkan dengan rata-rata bulan purnama biasa yang sering disaksikan.
Fenomena ini tergolong sangat jarang terjadi dan dilaporkan oleh Tempo.co tidak akan terulang kembali melanda langit bumi hingga akhir tahun 2028 mendatang.
Situs sains EarthSky menambahkan bahwa perbedaan zona waktu dunia menyebabkan masyarakat di Asia, Australia, dan Selandia Baru baru dapat menyaksikan puncak iluminasi penuh pada malam hari tanggal 31 Mei.
Sebaliknya, para pengamat langit di wilayah benua Amerika, Eropa, dan Afrika dapat melihat tampilan bulan dalam kondisi paling penuh pada malam hari tanggal 30 Mei.
Selain ukuran bulan yang mengecil, wilayah belahan bumi selatan seperti Argentina, Cile, Selandia Baru, dan Australia timur akan mendapatkan bonus pemandangan langit tambahan.
Bulan purnama tersebut akan bergerak melintas tepat di depan Antares, sebuah bintang supergiant merah terang berjarak 550 tahun cahaya yang dikenal sebagai jantung rasi bintang Scorpius.
Peristiwa okupasi atau penutupan sementara bintang Antares oleh badan bulan ini dikonfirmasi oleh Associated Press hanya akan terjadi di wilayah selatan khatulistiwa tersebut.
Bagi para pengamat di wilayah bumi bagian lainnya, bintang merah raksasa itu akan tetap terlihat konstan berada di samping bulan purnama tanpa mengalami fase menghilang.
Meskipun mengusung nama Blue Moon yang berasal dari cerita rakyat Anglo-Saxon, tampilan fisik satelit alami bumi ini dipastikan tidak akan berubah warna menjadi safir atau pirus.
Proyek Virtual Telescope akan menyiarkan secara langsung seluruh jalannya fenomena ini dari Manciano, Italia, dengan menggunakan teknologi teleskop robotik mereka.
Pihak pengelola proyek juga akan menampilkan arsip foto-foto estetis bulan purnama di atas berbagai monumen bersejarah yang berada di kota Roma.
Perwakilan dari Virtual Telescope Project, Gianluca Masi, memberikan penjelasan mengenai rincian perbedaan visual visual pada objek luar angkasa tersebut saat dikonfirmasi oleh media.
"differences that are subtle enough to likely go unnoticed by most observers." ujar Gianluca Masi, perwakilan Virtual Telescope Project.
Jarak bulan ke bumi saat fase micromoon ini mencapai 252.360 mil atau 406.135 kilometer, sangat kontras dengan jarak supermoon terdekat yang pernah mencapai 225.130 mil.
Para astronom menyarankan masyarakat untuk melihat ke arah cakrawala timur saat bulan mulai terbit tanpa memerlukan bantuan alat teleskop khusus.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow