Tim Medis Peringatkan Risiko Retinopathy Saat Gerhana Matahari Total
Pengamatan fenomena Gerhana Matahari Total tanpa alat pelindung mata berisiko memicu kerusakan retina permanen akibat paparan radiasi ultraviolet dan inframerah. Berdasarkan laporan medis, paparan cahaya Matahari secara langsung dapat menyebabkan kondisi solar retinopathy tanpa disertai rasa nyeri.
Radiasi berenergi tinggi dari Matahari dapat merusak sel fotoreseptor serta epitel pigmen retina, terutama pada area makula. Dampak dari kerusakan ini meliputi pandangan kabur, munculnya titik hitam di pusat penglihatan, hingga penurunan ketajaman mata beberapa jam setelah pengamatan.
Guna mencegah cedera makula, masyarakat diimbau menggunakan kacamata khusus berstandar ISO 12312-2 atau memanfaatkan metode proyeksi lubang jarum. Penggunaan filter Matahari khusus pada bagian depan lensa objektif juga diwajibkan bagi pengamat yang menggunakan alat optik seperti teleskop dan binokular.
Selain fenomena gerhana pada 12 Agustus 2026, NASA juga memproyeksikan Gerhana Matahari Total berikutnya terjadi pada 2 Agustus 2027 dengan durasi totalitas mencapai 6 menit 23 detik. Lintasan gerhana 2027 tersebut diprediksi melintasi Samudra Atlantik, Spanyol selatan, Afrika Utara, hingga Semenanjung Arab.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow