Festival Astronomi Xinjiang dan Penelitian AS Soroti Puncak Hujan Meteor Perseid
Rangkaian pengamatan fenomena langit puncak hujan meteor Perseid menyedot perhatian publik internasional melalui penyelenggaraan Festival Whispers to the Galaxy di Hami, Xinjiang, Cina, serta pembahasan ilmiah di Amerika Serikat pada pekan ini.
Acara tahunan yang berlangsung dari Senin hingga Sabtu di Kawasan Pemandangan Dahaidao tersebut mengumpulkan para fotografer astrofotografi profesional dan amatir. Lanskap formasi Yardang yang tererosi angin serta minimnya polusi cahaya menjadikan lokasi tersebut ideal untuk merekam keindahan Galaksi Bima Sakti dan jejak meteor di langit malam.
Selain menyajikan pengamatan langsung dan tayangan siaran langsung di Gurun Gobi, festival ini menggabungkan promosi ilmu astronomi dengan pertunjukan seni budaya lokal guna memperkuat reputasi Hami sebagai destinasi wisata astronomi utama.
Sementara itu, pembahasan ilmiah mengenai hujan meteor Perseid juga diulas dalam segmen berita luar angkasa podcast Short Wave NPR di Amerika Serikat bersama para pakar astronomi dan sejarah sains.
Sejarawan ilmu planet dari Smithsonian, Matt Shindell, memaparkan catatan historis awal fenomena astronomi tersebut saat diwawancarai dalam program tersebut.
"Masyarakat telah mengamati hujan meteor selama manusia mencatat sejarah," kata Matt Shindell, Sejarawan Ilmu Planet Smithsonian.
Catatan paling awal mengenai fenomena Perseid teridentifikasi berasal dari tahun 36 Masehi pada masa Dinasti Han di Cina kuno. Namun, pemahaman ilmiah bahwa hujan meteor disebabkan oleh remahan komet baru mulai berkembang pada pertengahan abad ke-19.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow