Festival Film Venesia 2026 Soroti Isu Sutradara Perempuan dan Film India

Smallest Font
Largest Font

Festival Film Internasional Venesia ke-83 memicu sorotan publik akibat minimnya keterlibatan sutradara perempuan dalam perebutan penghargaan utama Golden Lion 2026. Dari 20 film yang masuk dalam daftar kompetisi utama, karya May el-Toukhy berjudul Woman Unknown menjadi satu-satunya film yang disutradarai oleh perempuan.

Kondisi ini menandai penurunan signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang menghadirkan enam sutradara perempuan di kompetisi utama. Penyelenggara festival mencatat bahwa ketimpangan ini dipengaruhi oleh penurunan jumlah produksi karya perempuan di tingkat industri secara global.

"Saya benar-benar putus asa. Saya ingin menemukan lebih banyak film garapan perempuan untuk dimasukkan ke dalam kompetisi. Namun, hal itu tidak memungkinkan karena berbagai alasan. Jumlah film yang dibuat oleh perempuan menurun dan kualitas dari yang kami lihat tidak memungkinkan untuk masuk kompetisi," kata Alberto Barbera, Direktur Artistik Festival Film Venesia.

Barbera menambahkan bahwa pihak penyelenggara berada di ujung rantai keputusan industri yang dikendalikan produser serta penyandang dana. Keputusan seleksi akhir ditegaskan tetap berpatokan pada kualitas film ketimbang kuota gender.

"Ini adalah situasi negatif sementara. Saya berharap tahun depan situasi ini membaik, kami akan mendapatkan lebih banyak film karya perempuan dan kualitasnya meningkat. Sulit bagi kami untuk memahaminya.

Namun, kami berada di ujung rantai yang tidak kami kendalikan. Ada pilihan yang dibuat oleh produser dan penyandang dana. Ini masalah anggaran yang diberikan kepada sutradara perempuan.

Saya sangat menyesal dengan situasi ini, tetapi tidak ada yang bisa kami lakukan. Kami tidak ingin memilih kompetisi berdasarkan gender, melainkan berdasarkan kualitas film," ujar Alberto Barbera, Direktur Artistik Festival Film Venesia.

Di luar kompetisi utama, kategori Orizzonti mencatat delapan dari 19 proyek film yang disutradarai oleh perempuan. Selain itu, ajang tahun ini juga menjadi panggung penting bagi sineas asal India dan Italia di kancah internasional.

Sutradara asal India, V R Bhagat, dijadwalkan melangsungkan pemutaran perdana film debutnya berjudul Flower of Life pada 8 September 2026 di Festival Film Venesia. Film yang diproduksi oleh House of Joy Productions tersebut menampilkan pemeran senior Piyush Mishra bersama jajaran aktor muda.

Sementara itu, dari ajang Festival Film Locarno, sutradara asal Italia Marco Cavazzin berhasil meraih penghargaan sutradara terbaik di kategori Pardi di Domani melalui film pendek Mutrion. Film yang berlatar di pulau-pulau laguna Venesia tersebut menjadi satu-satunya wakil Italia dalam seksi kompetisi tersebut.

"Dalam laguna yang terhenti oleh waktu, legenda mengatakan bahwa cepat atau lambat setiap penduduk akan kehilangan kuku ibu jari kaki kanan mereka. Hal itu tidak pernah terjadi pada Marco. Namun sekarang setelah dia kembali, sesuatu di dalam dirinya mulai retak," kata sinopsis resmi film Mutrion.

Karya tersebut mengisahkan kembalinya tokoh Marco ke kampung halamannya setelah empat tahun pergi, di mana ia harus menghadapi ekspektasi masyarakat setempat serta isolasi struktur sosial.

"Film pendek ini berawal dari keinginan untuk menceritakan kisah tentang kepulangan, sebuah upaya untuk terhubung kembali dengan tempat yang menjadi akrab sekaligus asing seiring berjalannya waktu. Di laguna Venesia, ritual, takhayul, dan cerita keluarga masih ada dan terus membentuk identitas kolektif," kata Marco Cavazzin, Sutradara Film Mutrion.

Rangkaian pemutaran karya dari berbagai negara ini menegaskan dinamika industri sinema global yang tengah berlangsung jelang pembukaan festival di Venesia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed