FIFA Bela Kualitas Rumput Stadion MetLife Setelah Dikritik Pemain

Smallest Font
Largest Font

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memberikan pembelaan resmi terhadap kualitas rumput di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin, 22 Juni 2026, setelah muncul gelombang kritik dari sejumlah pelatih dan pemain top dunia.

Kondisi lapangan di stadion berkapasitas 82.500 penonton tersebut menjadi sorotan tajam setelah menggelar dua pertandingan awal babak penyisihan grup Piala Dunia 2026, yakni laga Brasil melawan Maroko dan Prancis menghadapi Senegal.

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, menyampaikan kekhawatirannya mengenai dampak permukaan lapangan di New York tersebut terhadap kondisi fisik para pemainnya menjelang laga lanjutan Grup I di Philadelphia.

"We have played in the heat (at MetLife) so, if there is some rain, good, because the grass will be faster and the quality will be better, much better than the one in New York," kata Didier Deschamps, Pelatih Kepala Prancis.

Deschamps menilai permukaan lapangan tersebut sangat menguras tenaga para pemain karena karakteristiknya yang berbeda.

"The pitch in New York was really tough — it took a lot out of the players’ muscles." tutur Didier Deschamps, Pelatih Kepala Prancis.

Kritik dari Deschamps ini melengkapi pernyataan yang sempat ia sampaikan sebelumnya sesaat setelah mendampingi Prancis mengalahkan Senegal dengan skor 3-1 di stadion yang sama.

"a special surface — it’s different." ujar Didier Deschamps, Pelatih Kepala Prancis.

Ia juga menambahkan dugaan mengenai struktur di bawah lapisan rumput stadion yang biasanya menggunakan permukaan buatan FieldTurf untuk pertandingan kompetisi NFL tersebut.

"We need to get used to this," kata Didier Deschamps, Pelatih Kepala Prancis.

Ia melihat ada keunikan tersendiri dari potongan rumput yang dipasang di atas lapangan tersebut.

"There might be some cement below the grass. You have very short shards of grass here." cetus Didier Deschamps, Pelatih Kepala Prancis.

Keluhan senada disampaikan oleh gelandang Prancis, Adrien Rabiot, yang merasa karakteristik lapangan di Stadion MetLife lebih menyerupai lapangan sintetis daripada rumput alami.

"seemed more like an artificial pitch … hard and rigid." ungkap Adrien Rabiot, Gelandang Prancis.

Rabiot menyatakan keheranannya terhadap kondisi permukaan lapangan tersebut setelah menyelesaikan pertandingan pertamanya di turnamen ini.

"Well, the pitch was . . . I don’t know if I’d even call it that." sebut Adrien Rabiot, Gelandang Prancis.

Ia menegaskan seluruh tim harus bisa menyesuaikan diri dan berharap mendapatkan fasilitas lapangan yang lebih baik pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

"It seemed more like an artificial pitch. It was hard and rigid, but it’s like that for every team. You need to adapt to the conditions. . . . I hope we find better pitches in our other games." harap Adrien Rabiot, Gelandang Prancis.

Selain kubu Prancis, penyerang bintang Brasil, Vinicius Junior, juga mengeluhkan kondisi cuaca panas di New Jersey yang membuat rumput cepat mengering dan memperlambat aliran bola saat mereka ditahan imbang 1-1 oleh Maroko pada 13 Juni 2026.

"Because of the weather and the heat, the grass dries out quickly and the game ends up being very slow." papar Vinicius Junior, Penyerang Brasil.

Vinicius menambahkan bahwa kondisi permukaan lapangan ini merusak ritme permainan cepat yang ingin diperagakan oleh timnya.

"We can’t build up a rhythm. That makes things difficult because…we want to move the ball from one side to the other and this disrupts our game." keluh Vinicius Junior, Penyerang Brasil.

Meski demikian, pemain Real Madrid tersebut menyadari bahwa situasi ini harus dihadapi oleh seluruh kontestan sepanjang turnamen berlangsung.

"But we will have to adapt because I believe it will be like this all tournament." ucap Vinicius Junior, Penyerang Brasil.

Ia menegaskan kembali pentingnya adaptasi karena semua tim bermain di bawah kondisi lapangan yang sama.

"We can’t build up a rhythm. . . . That makes things difficult because we want to play. We want to move the ball from one side to the other and this disrupts our game.

But we have to adapt because I believe it will be like this all tournament. Everyone will have to play on the same surfaces." pungkas Vinicius Junior, Penyerang Brasil.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, FIFA merilis pernyataan resmi melalui media The Athletic untuk menegaskan bahwa seluruh lapangan Piala Dunia 2026 berada dalam kondisi prima dan aman.

"FIFA has invested more than five years in meticulous and collaborative research, testing and innovation, working closely with leading turf experts, stadium operators and football stakeholders, to deliver the best possible playing surface for all players." tulis FIFA dalam pernyataan resminya.

Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu menjamin kelayakan dari 16 stadion yang digunakan untuk turnamen kali ini.

"The pitches at all 16 FIFA World Cup 2026 stadiums remain in excellent condition from both a playability and player-safety perspective." tegas FIFA.

FIFA juga memberikan penjelasan khusus terkait penilaian visual penonton atau pengamat yang melihat adanya area rumput yang tampak aus dan tidak merata.

"While there have been comments regarding the visual appearance of certain areas of the playing surface at NYNJ Stadium, FIFA’s Turf Management Team’s assessment is that every pitch is healthy and performing as intended for elite competition." jelas FIFA.

Menurut FIFA, tampilan visual di layar kaca maupun secara langsung tidak bisa dijadikan tolok ukur tunggal atas kualitas kesehatan rumput lapangan.

"Variations in the appearance of some surfaces, whether on television or in person, do not necessarily reflect the quality, health or playability of the pitch." tambah FIFA.

Lebih lanjut, tim manajemen FIFA menyatakan selalu melakukan pemantauan ketat termasuk kadar kelembapan dan tingkat kekerasan tanah sebelum pertandingan dimulai.

"FIFA has invested more than five years in meticulous and collaborative research, testing and innovation, working closely with leading turf experts, stadium operators and football stakeholders, to deliver the best possible playing surfaces for players," papar FIFA.

Mereka memastikan sistem penyiraman telah disesuaikan dengan protokol dan kebutuhan spesifik di setiap stadion.

"The pitches at all 16 FIFA World Cup 2026 stadiums remain in excellent condition from both a playability and player safety perspective. While there have been comments regarding the visual appearance of certain areas of the playing surface at NYNJ Stadium, FIFA's turf management team's assessment is that every pitch is healthy and performing as intended for elite competition." urai FIFA.

Komitmen utama organisasi tersebut adalah memastikan konsistensi performa lapangan di seluruh lokasi pertandingan Piala Dunia 2026.

"Variations in the appearance of some surfaces, whether on television or in person, do not necessarily reflect the quality, health or playability of the pitch." urai FIFA.

Sesuai jadwal, Stadion MetLife masih akan menggelar enam pertandingan lagi, termasuk laga Norwegia melawan Senegal serta laga final Piala Dunia pada 19 Juli 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed