Gabriel Jesus Beberkan Alasan Hengkang dari Arsenal ke Barcelona
Penyerang asal Brasil, Gabriel Jesus, mengecam manajemen Arsenal terkait proses kepindahannya ke Barcelona pada tenggat bursa transfer musim panas 2026. Ia mengklaim disisihkan dan diminta berlatih terpisah tanpa penjelasan resmi dari pihak klub London Utara tersebut.
Barcelona merampungkan transfer pemain berusia 29 tahun itu dengan nilai tebusan 10 juta euro atau sekitar Rp205 miliar. Kepindahan ini menyusul kegagalan raksasa La Liga tersebut dalam memboyong Julian Alvarez dari Atletico Madrid.
Jesus menyepakati kontrak berdurasi tiga tahun di Spotify Camp Nou Stadium hingga Juni 2029. Ia menjadi rekrutan terbaru Barcelona dari Arsenal setelah sebelumnya mendatangkan Hector Bellerin dan Pierre-Emerick Aubameyang secara bebas transfer pada 2022.
Selama empat musim membela The Gunners sejak didatangkan dari Manchester City seharga 52 juta euro, Jesus membukukan 32 gol dan 22 assist dari 123 pertandingan. Namun, cederanya yang berulang serta kedatangan Kai Havertz dan Viktor Gyökeres membuat menit bermainnya kian terbatas, hingga ia hanya tiga kali menjadi starter di Premier League musim lalu.
Mantan striker Manchester City itu mengungkapkan kebingungannya saat masa-masa terakhirnya di London sebelum proses kepindahannya berjalan cepat pada pekan pamungkas bursa transfer.
"Sejujurnya, saya berlatih, saya menjalani seluruh pramusim secara normal bersama Arsenal, dan saya sudah tahu bahwa, mungkin, saya tidak akan terlalu sering bermain atau tidak akan mendapatkan terlalu banyak kesempatan. Tetapi tidak ada yang memberi tahu saya apa pun," kata Jesus kepada SportyTV.
Ia menegaskan tetap menjaga kebugaran fisik dan berusaha menjalankan kewajibannya sebagai pemain profesional di tengah situasi tersebut.
"Saya seorang profesional, jelas saya berlatih bersama grup, dan tiba-tiba mereka membuat saya berlatih terpisah dari grup," ujar Jesus.
Situasi sengit di internal klub memicu agennya untuk bergerak cepat mencari opsi lain di bursa transfer.
"Saya memberikan kemampuan terbaik saya [dalam latihan] untuk siap, jika saya mendapat kesempatan bermain lagi di level tinggi, lalu pada pekan terakhir [semuanya terjadi] sangat cepat," tutur Jesus.
Manajemen Barcelona yang dipimpin Presiden klub dan Direktur Olahraga Deco langsung mengambil langkah konkret setelah mengetahui situasi sang pemain.
"Kerja Deco, presiden [Barcelona], dan klub... Agen saya luar biasa. Ketika kami yakin bahwa saya punya kesempatan untuk datang, tentu saja saya langsung berkata ya, apa pun yang terjadi. Sekarang saya sangat senang berada di sini," kata Jesus.
Pernyataan serupa juga disampaikan Jesus saat diwawancarai media lain terkait situasi tak menyenangkan yang dialaminya menjelang kepindahannya ke Spanyol pada Rabu (9/9/2026).
"Sejujurnya, saya tetap berlatih dan menjalani seluruh pramusim bersama Arsenal seperti biasa, meskipun saya tahu tidak akan mendapat banyak kesempatan di sana. Namun, tidak ada seorang pun yang memberi tahu saya apa pun," ujar Jesus sebagaimana dilansir dari ESPN.
Proses pemisahan porsi latihan dari skuad utama Arsenal secara mendadak menjadi sorotan utama sang pemain.
"Saya berlatih bersama kelompok, lalu mereka meminta saya berlatih terpisah dari kelompok," ucap Jesus.
Keputusan bergabung dengan Barcelona diambil tanpa ragu begitu tawaran resmi dari klub Catalan tersebut tiba di meja perundingan.
"Kemudian pada pekan terakhir semuanya berlangsung sangat cepat. Agen saya luar biasa. Saya mendapat kesempatan untuk pergi ke Barcelona dan langsung berkata, ‘Ya’, tanpa peduli apa pun," tutur Jesus.
Kini Jesus telah resmi mendarat di Spanyol untuk memperkuat lini serang tim asuhan Hansi Flick dalam mengarungi kompetisi La Liga musim 2026/2027.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow