Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Pasaman Barat Sumatera Barat Akibat Aktivitas Sesar Mentawai
Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Sabtu, 18 Juli 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengonfirmasi bahwa aktivitas Sesar Mentawai menjadi pemicu utama guncangan tersebut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG melaporkan episenter gempa terletak pada koordinat 0,32° LS dan 99,0° BT. Pusat gempa ini tepatnya berada di laut dengan jarak 71 kilometer arah Barat Daya Air Bangis, Pasaman Barat.
Guncangan gempa yang berpusat di kedalaman 26 kilometer ini dilaporkan tidak berpotensi tsunami. Hingga Sabtu (18/7/2026) pukul 09.00 WIB, hasil monitoring yang dilakukan oleh pihak BMKG belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa susulan.
Dampak getaran dari gempa bumi tektonik ini dilaporkan memicu skala intensitas II-III MMI di wilayah Kecamatan Sungai Beremas. Berdasarkan parameter BMKG, skala tersebut berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah oleh banyak orang dan benda ringan yang digantung bergoyang.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang memaparkan analisis mengenai penyebab gempa tektonik tersebut. Karakteristik kedalaman dan episenter menunjukkan jenis gempa dangkal.
Rangkaian Aktivitas Kegempaan di Wilayah Sumatera Barat
Selain gempa utama berkekuatan magnitudo 4,7, wilayah Sumatera Barat sebenarnya telah diguncang serangkaian aktivitas kegempaan sejak Sabtu dini hari. BMKG mencatat total terjadi tujuh kali gempa yang tersebar di wilayah Pasaman Barat serta Bukittinggi.
Daftar Rangkaian Gempa di Pasaman Barat dan Bukittinggi
Rangkaian gempa yang terjadi sepanjang Sabtu (18/7/2026) dini hari hingga pagi hari memiliki magnitudo dan kedalaman yang bervariasi. Berdasarkan data BMKG, empat gempa di antaranya teridentifikasi dengan parameter yang cukup jelas.
Berikut adalah rincian data aktivitas gempa bumi tektonik yang terjadi di wilayah Sumatera Barat:
Aktivitas gempa pertama dimulai pada pukul 02.17 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,4 yang berpusat di darat pada jarak 16 kilometer arah Timur Pasaman Barat dengan kedalaman 5 kilometer. Pergerakan berlanjut ke wilayah Bukittinggi pada pukul 06.49 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,1 di kedalaman yang tidak tersedia.
Beberapa menit setelahnya, tepat pukul 07.26 WIB, gempa magnitudo 1,6 kembali mengguncang titik 5 kilometer Barat Laut Bukittinggi. Rangkaian ini ditutup oleh gempa berkekuatan magnitudo 4,6 pada pukul 07.50 WIB di titik 102 kilometer Barat Daya Pasaman Barat dengan kedalaman 17 kilometer.
Data Detail Parameter Kegempaan Sumatera Barat
Untuk mempermudah pemetaan, data teknis mengenai kekuatan, lokasi, dan kedalaman dari rangkaian kegempaan ini telah dirangkum secara terstruktur oleh otoritas terkait.
| No | Waktu Kejadian (WIB) | Kekuatan (Magnitudo) | Lokasi Pusat Gempa | Kedalaman (Km) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 02.17 | 2,4 | 16 km Timur Pasaman Barat | 5 |
| 2 | 06.49 | 2,1 | 12 km Barat Bukittinggi | – |
| 3 | 07.26 | 1,6 | 5 km Barat Laut Bukittinggi | – |
| 4 | 07.50 | 4,6 | 102 km Barat Daya Pasaman Barat | 17 |
Kondisi Infrastruktur dan Dampak Korban di Lapangan
Meskipun guncangan terjadi berulang kali dalam satu hari, laporan dari lapangan memastikan keadaan di wilayah terdampak masih relatif aman. Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi bencana terusan.
Otoritas penanggulangan bencana setempat mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat rentetan gempa ini. Selain itu, pengecekan fasilitas umum menunjukkan tidak ada kerusakan pada bangunan maupun infrastruktur vital di Pasaman Barat dan Bukittinggi.
Masyarakat di pesisir barat Sumatera Barat diminta untuk mengabaikan isu-isu liar yang tidak bertanggung jawab terkait potensi tsunami. Pihak berwenang memastikan seluruh sistem peringatan dini di sepanjang pantai masih dalam kondisi normal dan tidak mendeteksi adanya anomali gelombang laut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow