Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Mindanao Filipina Lima Orang Tewas

Smallest Font
Largest Font

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina bagian selatan, pada Senin (8/6/2026), hingga mengakibatkan sedikitnya lima orang dilaporkan tewas di Kota General Santos. Peristiwa yang berpusat di laut sekitar 24 kilometer di barat Provinsi Sarangani ini juga memicu peringatan dini tsunami di sejumlah negara, termasuk wilayah Indonesia bagian timur. Otoritas setempat kini tengah melakukan operasi penyelamatan, pendataan kerusakan bangunan, serta verifikasi lebih lanjut terhadap jumlah korban jiwa pascaguncangan besar tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana General Santos, Agripino Dacera, menyatakan bahwa pihaknya masih memeriksa laporan mengenai jumlah korban yang meninggal dunia di lapangan.

"Kami masih memverifikasi laporan mengenai sedikitnya lima korban meninggal dunia," kata Dacera. Sebelumnya, data awal dari kepolisian General Santos yang dilansir kantor berita AFP melaporkan satu orang tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka akibat bencana ini.

Dampak guncangan juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk gedung sekolah yang sedang tidak digunakan serta fasilitas umum lainnya di kota tersebut. Sersan Mayor Robert Dagon dari Kepolisian General Santos menjelaskan bahwa petugas masih memprioritaskan evakuasi warga sehingga rincian kerusakan belum dapat dipaparkan sepenuhnya.

"Banyak bangunan terdampak, tetapi kami belum bisa merinci karena masih fokus pada operasi penyelamatan," kata Dagon. Video yang diverifikasi oleh AFP menunjukkan sebuah pusat perbelanjaan yang menampung gerai restoran cepat saji Jollibee roboh menjadi puing-puing di General Santos. Merespons situasi darurat ini, pemerintah Filipina segera mengambil langkah cepat untuk mengamankan warga yang berada di sekitar lokasi terdampak gempa.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menangguhkan kegiatan belajar mengajar di beberapa wilayah Mindanao dan menginstruksikan penduduk di kawasan pesisir untuk segera melakukan evakuasi.

"Segera menuju tempat yang lebih tinggi. Jangan menunggu. Nyawa Anda lebih penting daripada apa pun yang ditinggalkan," kata Marcos.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI mencatat kekuatan gempa tersebut sebesar magnitudo 7,7 dan sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Indonesia timur yang kini telah berakhir. Berdasarkan laporan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik, gelombang tsunami berpotensi terjadi di wilayah pesisir Filipina, Indonesia, Palau, Taiwan, dan Papua Nugini dalam beberapa jam pascagempa.

Di Indonesia, BNPB meminta pemerintah daerah di Manado, Gorontalo Utara, dan Kepulauan Sangihe mengarahkan warga pesisir untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.

Selain negara-negara tersebut, otoritas Jepang turut mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Pasifik dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai satu meter.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed