BMKG Catat Gempa M4,9 di Minahassa Peninsula Sulawesi Pagi Ini

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi bermagnitudo 4,9 mengguncang wilayah Minahassa Peninsula, Sulawesi, pada Jumat (4/9/2026) pukul 04.05.14 WIB. BMKG melaporkan pusat guncangan berada di kedalaman 58 kilometer dengan koordinat 0,64 Lintang Utara dan 122,13 Bujur Timur.

Sebelum guncangan di Sulawesi tersebut, BMKG juga merekam aktivitas seismik di wilayah Flores Region, Indonesia, pada hari yang sama pukul 04.00.11 WIB. Gempa di Flores tersebut tercatat memiliki magnitudo 4,6 dengan kedalaman yang cukup dangkal, yakni 10 kilometer pada koordinat 8,33 Lintang Selatan dan 121,59 Bujur Timur.

Info Guncangan Gempa Bumi Hari Ini | Tribunnews Manado

Dua peristiwa gempa yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan pada Jumat pagi ini menambah catatan aktivitas tektonik di wilayah Indonesia. Wilayah timur dan tengah Indonesia memang dikenal memiliki tingkat kerawanan tektonik yang tinggi akibat pertemuan beberapa lempeng aktif.

Berdasarkan data resmi real-time dari BMKG, berikut adalah rincian parameter teknis untuk dua peristiwa gempa bumi yang terjadi pada Jumat, 4 September 2026 pagi:

Tabel Parameter Gempa Bumi Real-Time BMKG (4 September 2026)
Waktu (WIB)MagnitudoKedalamanLokasi KoordinatWilayah
04.05.144,958 Km0,64 LU - 122,13 BTMinahassa Peninsula, Sulawesi
04.00.114,610 Km8,33 LS - 121,59 BTFlores Region, Indonesia

Karakteristik Gempa Minahassa Peninsula

Gempa di Minahassa Peninsula Sulawesi dengan kedalaman 58 kilometer masuk dalam kategori gempa bumi menengah. Kedalaman hiposenter ini mempengaruhi spektrum getaran yang dirasakan di permukaan daratan sekitar episenter.

Karakteristik Gempa Flores Region

Sementara itu, gempa di wilayah Flores memiliki kedalaman 10 kilometer yang masuk kategori gempa dangkal. Gempa dangkal umumnya lebih berpotensi memicu guncangan yang dirasakan nyata oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.

Memahami Parameter Seismik dan Implikasinya

Banyak warga sering mengajukan pertanyaan seperti "apa itu magnitudo gempa" ketika melihat laporan resmi dari lembaga pemantau. Magnitudo merupakan ukuran besarnya energi yang dilepaskan di pusat gempa, yang diukur menggunakan alat seismograf.

Masyarakat juga kerap bertanya-tanya mengenai "berapa kedalaman gempa yang berpotensi tsunami" saat gempa terjadi di area kepulauan. Secara umum, gempa yang berpotensi memicu tsunami adalah gempa dangkal (kedalaman kurang dari 60 km) dengan magnitudo besar di atas 7,0 dan berpusat di dasar laut dengan mekanisme pergeseran vertikal.

Selain masalah potensi tsunami, publik sering kebingungan dan bertanya "kenapa data gempa bisa berubah" pada menit-menit awal setelah kejadian. BMKG menjelaskan bahwa informasi gempa pada tahap awal diolah secara otomatis berdasarkan data pemantauan yang masuk pertama kali, sehingga analisis susulan dengan data yang lebih lengkap dapat memperbarui nilai magnitudo maupun koordinat pasti.

Langkah Antisipasi Mitigasi Gempa Bumi

Masyarakat di area rawan bencana diimbau untuk selalu memahami langkah-langkah mitigasi mandiri saat terjadi guncangan tektonik:

  • Tetap tenang dan tidak panik saat merasakan guncangan gempa.
  • Berlindung di bawah meja yang kokoh jika berada di dalam ruangan.
  • Menjauhi bangunan kaca, tiang listrik, dan pohon tua jika berada di luar ruangan.
  • Memeriksa keandalan informasi hanya melalui saluran resmi BMKG dan pemerintah daerah.

Hingga saat ini, BMKG terus memantau perkembangan pemutakhiran data dan mengimbau warga di wilayah Minahassa Peninsula serta Flores untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed