BMKG Catat Gempa Magnitudo 4.1 Guncang Melonguane Sulawesi Utara Rabu Pagi
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Melonguane, Sulawesi Utara, pada Rabu (10/6/2026) pukul 06.54 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi pusat gempa berada di laut dengan kedalaman sangat dangkal.
Berdasarkan laporan resmi dari BMKG, titik koordinat gempa terdeteksi pada 3,70 Lintang Utara dan 126,39 Bujur Timur. Pusat getaran ini berjarak sekitar 46 kilometer di arah Barat Daya Melonguane, Sulawesi Utara, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 3 kilometer.
Hampir bersamaan dengan peristiwa tersebut, jaringan seismik BMKG juga mendeteksi aktivitas kegempaan lain di sekitar wilayah Kepulauan Talaud dan Filipina Selatan. Rentetan aktivitas tektonik ini mencakup wilayah perbatasan Indonesia dengan Filipina pada pagi hari yang sama.
Daftar Aktivitas Gempa Lintas Batas 10 Juni 2026
Data pemantauan real-time BMKG menunjukkan adanya tiga aktivitas kegempaan yang terjadi dalam waktu berdekatan di zona tektonik Maluku Utara hingga Mindanao. Kejadian ini melibatkan dua wilayah di Indonesia dan satu di wilayah Filipina.
Berikut adalah rincian data teknis tiga gempa bumi yang tercatat oleh BMKG pada pagi hari ini:
Kondisi kedalaman gempa yang bervariasi menunjukkan karakteristik pergerakan lempeng yang berbeda di zona subduksi tersebut. Gempa di dekat Melonguane tergolong dangkal, sementara gempa di Mindanao berada di kedalaman medium.
| Waktu Kejadian (WIB) | Magnitudo | Lokasi Koordinat | Wilayah Episenter | Kedalaman (Km) |
|---|---|---|---|---|
| 06.54.57 | 4.1 | 3,70 LU - 126,39 BT | 46 km Barat Daya Melonguane, Sulut | 3 |
| 06.54.57 | 3.9 | 4,02 LU - 126,40 BT | Kepulauan Talaud, Indonesia | 30 |
| 07.05.46 | 4.0 | 5,55 LU - 126,09 BT | Mindanao, Filipina | 166 |
Karakteristik Kegempaan di Melonguane dan Talaud
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung dan jajaran stasiun pemantau daerah terus memperbarui parameter gempa ini secara berkala. Gempa magnitudo 4,1 di barat daya Melonguane tercatat memiliki kedalaman paling dangkal, yakni hanya 3 kilometer.
Secara astronomis dan geografis, wilayah Kepulauan Talaud memang berada di dekat zona subduksi ganda Laut Maluku. Hal ini menyebabkan daerah di sekitar Sulawesi Utara dan Melonguane memiliki tingkat kerawanan aktivitas seismik yang cukup tinggi sehari-harinya.
Hingga kini, pihak berwenang setempat belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan bangunan atau dampak korban luka akibat guncangan tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa validitas informasi kebencanaan melalui saluran resmi resmi seperti aplikasi infobmkg atau situs web resmi BMKG.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow