Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah Merusak Belasan Rumah

Smallest Font
Largest Font

Guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang berpusat di darat wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA mengakibatkan belasan rumah warga di Kabupaten Parigi Moutong mengalami kerusakan serius.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mencatat sedikitnya 15 rumah mengalami kerusakan yang tersebar di Desa Torue Kecamatan Parigi Selatan, Desa Tolai, Desa Torue Kecamatan Torue, dan Desa Sausu Trans.

"Data ini masih bersifat sementara, karena Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Selasa.

Rivai menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan pada fasilitas umum akibat bencana tersebut.

"Belum ada laporan korban jiwa, termasuk kerusakan fasilitas umum dari peristiwa itu. Kami terus melakukan pembaruan informasi kepada masyarakat, terkait penanganan pascagempa," ujarnya.

Dampak gempa juga sempat memicu kepanikan luar biasa di Rumah Sakit (RS) Anuntaloko, Parigi Moutong, sehingga petugas harus mengevakuasi para pasien ke luar ruangan sebelum situasi kembali kondusif.

"Sempat pasien dievakuasi ke luar ruangan, sekarang sebagian besar sudah kami kebalikan ke ruang perawatan. Meski begitu kami tetap bersiaga, khawatir terjadi gempa susulan," ucap Plt Kepala Rumah Sakit (RS) Anuntaloko Irwan.

Manajemen rumah sakit saat ini juga fokus memeriksa kelayakan infrastruktur medis demi memastikan keselamatan operasional jangka panjang.

"Kami juga sedang melakukan periksa anggota kondisi bangunan RS dan peralatan medis lainnya. Perkembangan informasi akan kami sampaikan selanjutnya," tutur Irwan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa dangkal berkedalaman 10 kilometer ini dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03 derajat lintang selatan dan 120,24 derajat bujur timur atau tepatnya berlokasi di darat 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah, pada kedalaman 10 kilometer," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo Andri Wijaya Bidin dalam keterangan tertulis.

Hingga siang hari pukul 12.20 WITA, BMKG terus memantau pergerakan tektonik susulan pascagempa utama.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault," ujarnya.

Guncangan yang dirasakan hingga wilayah Gorontalo dan beberapa kabupaten lain di Sulawesi membuat masyarakat keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“BMKG akan terus memonitor perkembangan aktivitas gempa bumi susulan, dampak gempa bumi ini, serta segera menginformasikan kepada stakeholder, media, dan masyarakat,” kata Andri.

Warga yang berada di area terdampak diminta waspada dan memeriksa kestabilan struktur bangunan tempat tinggal mereka secara mandiri.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” ujar Andri.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kerusakan bangunan terdeteksi di beberapa titik wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

"Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

BNPB bersama instansi daerah langsung menerjunkan tim untuk mengalkulasi dampak kerusakan total di lapangan.

"BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC and Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak," ujar Muhari.

Otoritas kebencanaan meminta masyarakat menyaring segala informasi yang beredar demi menghindari kepanikan massal yang tidak perlu.

"BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang," tambahnya.

Getaran gempa dirasakan bervariasi antara 2 hingga 6 detik di Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupaten Sigi, Kota Palu, hingga wilayah luar provinsi seperti Kota Gorontalo.

"Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi," kata Muhari.

Seorang warga Kelurahan Huangobotu, Kota Gorontalo bernama Nur menceritakan pengalamannya merasakan ayunan getaran saat beraktivitas di dalam kamar.

“Kami sedang membuka ponsel di kamar sambil tiduran, namun tiba-tiba seperti diayun,” kata Nur.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed