BMKG Catat Gempa M4,7 Guncang Selatan Jawa dan M4,3 di Ruteng Hari Ini

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Selatan Jawa, Indonesia, pada Kamis (3/9/2026) pukul 03.52 WIB. Gempa dangkal berkedalaman 10 kilometer tersebut berpusat di koordinat 9,13 LS dan 111,26 BT serta dipastikan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Hanya berselang beberapa menit setelah kejadian di Selatan Jawa, aktivitas seismik global dan regional juga merekam rentetan gempa di wilayah lain. Pada pukul 04.00 WIB, gempa M 4,6 terdeteksi di wilayah Mindanao, Filipina, dengan kedalaman 11 kilometer di koordinat 6,56 LU dan 126,44 BT. Sementara itu, pada pukul 03.04 WIB, gempa magnitudo 5,5 turut menggetarkan kawasan Papua New Guinea pada kedalaman 56 kilometer.

Laporan berkala BMKG menunjukkan dinamika tektonik di tanah air cukup aktif. Dalam kurun sepekan terakhir, tercatat sedikitnya 33 kali gempa signifikan yang guncangannya dirasakan langsung oleh masyarakat dengan variasi magnitudo serta kedalaman episenter yang beragam.

Guncangan Gempa Darat di Ruteng dan Kobagma

Sebelum rentetan kejadian pagi ini, guncangan gempa bumi juga dirasakan warga di daratan Nusa Tenggara Timur. Gempa M 4,3 terjadi pada Rabu (2/9/2026) pukul 13.06 WIB dengan pusat gempa berada di darat, berjarak 41 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai. BMKG mengonfirmasi gempa berkedalaman 11 kilometer ini dirasakan hingga skala MMI IV di wilayah Kabupaten Manggarai.

Selain wilayah NTT, BMKG merevisi data kegempaan yang melanda wilayah Papua Pegunungan pada Rabu (2/9/2026) pukul 07.04 WIB. Gempa yang semula tercatat magnitudo 5,5 direvisi menjadi magnitudo 5,3 dengan episenter di darat sejauh 55 kilometer timur laut Kobagma pada kedalaman 70 kilometer.

Penjelasan Pakar Soal Ancaman Gempa di Wilayah Indonesia | MyFundAction Indonesia

Masyarakat di area terdampak sempat bertanya-tanya mengenai dampak guncangan tersebut. Pertanyaan warga seperti "gempa barusan di mana?" kerap memicu pencarian informasi kilat di media sosial saat guncangan dirasakan nyata di pemukiman.

Daftar Kejadian Gempa Terkini Catatan BMKG

Berikut adalah rekaman data kegempaan terbaru berdasarkan koordinat, kedalaman, serta wilayah terdampak yang dirilis secara resmi oleh BMKG:

Data Rangkaian Gempa Bumi Catatan BMKG Periode 1–3 September 2026
Waktu (WIB)MagnitudoKedalamanLokasi / Wilayah
3 Sep 2026 (04:00)4,611 kmMindanao, Filipina
3 Sep 2026 (03:52)4,710 kmSelatan Jawa, Indonesia
3 Sep 2026 (03:04)5,556 kmPapua New Guinea
2 Sep 2026 (13:06)4,311 kmDarat 41 km TL Ruteng, NTT
2 Sep 2026 (07:04)5,370 kmDarat 55 km TL Kobagma, Papua Pegunungan
1 Sep 2026 (21:41)4,4393 kmLaut Banda, Indonesia

Penjelasan Skala MMI dan Imbauan Kesiapsiagaan Warga

Banyak warga awam penasaran mengenai penentuan dampak guncangan dan kerap mencari tahu "apa itu skala MMI gempa" saat membaca rilis resmi BMKG. Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi berdasarkan dampak atau tingkat kerusakan yang dirasakan manusia serta bangunan di lokasi tertentu. Skala IV MMI menandakan getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan gerabah pecah.

Langkah Kunci Mitigasi Bencana Gempa

Mengingat wilayah Indonesia dikelilingi oleh jalur cincin api tektonik aktif, pemahaman mengenai "bagaimana cara waspada gempa bumi" menjadi fondasi utama dalam merespons ancaman bencana darurat.

  • Sikap Saat Guncangan: Segera berlindung di bawah meja yang kokoh, lindungi kepala dengan helm atau bantal, serta jauhi jendela kaca.
  • Pemeriksaan Struktur Bangunan: Pastikan struktur tempat tinggal tahan gempa serta cek ketersediaan jalur evakuasi yang bebas hambatan.
  • Verifikasi Informasi Resmi: Pengusutan klaim potensi bahaya seperti "gempa di Papua apakah berbahaya" harus selalu dikonfirmasi ke saluran resmi BMKG dan bukan memercayai isu liar.

Istilah teknis pada rilis kebencanaan juga sering menimbulkan kepanikan warga. Penjelasan mengenai "gempa tidak berpotensi tsunami artinya apa" mengindikasikan bahwa pergeseran lempeng bumi yang terjadi tidak memicu gelombang laut berbahaya, baik karena kedalaman pusat gempa, magnitudo yang tergolong sedang, maupun lokasi episenter berada jauh di daratan. BMKG terus mengimbau warga agar tetap tenang dan hanya memantau informasi resmi gempa dari BMKG melalui aplikasi atau kanal informasi terverifikasi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed