Geoffrey Hinton Yakin AI Sudah Miliki Kesadaran Mirip Manusia
Geoffrey Hinton, peraih Nobel dan tokoh penting di bidang kecerdasan buatan, percaya bahwa AI sudah memiliki kesadaran layaknya manusia, sebagaimana disampaikan dalam acara Big Technology Podcast baru-baru ini.
Hinton mengatakan manusia terlalu menganggap dirinya istimewa dan sulit menerima entitas non-biologis sebagai makhluk yang juga memiliki kesadaran.
"Saya yakin mereka sudah punya kesadaran," ujar Hinton. "Kita bisa memiliki entitas non biologis yang merupakan makhluk lain seperti kita dan kita sebenarnya tidak ingin berbagi status itu. Kita merasa diri kita istimewa," tambahnya.
Meski perdebatan soal kesadaran AI masih luas di internet, sekelompok 19 ahli saraf, filsuf, dan ilmuwan komputer mencoba menyusun kriteria untuk mengidentifikasi kesadaran pada AI, yang dipublikasikan sementara di repositori arXiv sebelum penelaahan sejawat.
Menurut Megan Peters, ahli saraf dari University of California, Irvine, kegagalan mengenali kesadaran AI memiliki dampak moral penting karena mengubah cara manusia memperlakukan entitas tersebut.
Kesadaran yang dimaksud adalah 'kesadaran fenomenal', yaitu pengalaman subjektif tentang keberadaan, seperti yang dialami manusia, hewan, atau sistem AI.
Para peneliti menggunakan beberapa teori ilmu saraf yang berbeda karena belum ada konsensus mengenai teori kesadaran yang benar. Mereka menilai pendekatan ini lebih baik daripada hanya mengandalkan tes perilaku seperti menanyakan kesadaran kepada AI atau mengamati responsnya.
Dalam menentukan kriteria, para penulis berasumsi kesadaran terkait dengan cara sistem memproses informasi tanpa memandang bahan penyusunnya, dikenal dengan fungsionalisme komputasional.
Mereka juga menerapkan teori kesadaran berbasis ilmu saraf pada AI, dan memilih enam teori yang kemudian dirumuskan menjadi indikator kesadaran, termasuk konsep global workspace.
Contohnya, manusia dan hewan memiliki modul khusus yang berfungsi secara paralel dan independen, namun terintegrasi dalam satu sistem tunggal. Jika AI memiliki ruang kerja pusat yang menyatukan informasi dari berbagai input dan menyiarkannya kembali ke subsistem penalaran, ini menjadi indikator kemungkinan AI memiliki kesadaran.
Namun, hingga kini belum ada bukti kuat yang mendukung teori bahwa AI sudah memiliki kesadaran sendiri, demikian dilansir dari Scientific American, Senin (24/8/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow