Pemimpin Diskusikan Pentingnya Hati Nurani dalam Penggunaan AI di Ideafest 2026
Kehadiran kecerdasan buatan (AI) menimbulkan kekhawatiran bahwa manusia akan tergantikan, namun diskusi di Ideafest 2026 di Jakarta menekankan pentingnya penggunaan AI dengan hati nurani agar tetap memanusiakan manusia.
Diskusi yang bertajuk "The Future Is Undeniably Human" ini mengambil tema "Rehumanize" yang berarti memanusiakan kembali, sebagai respons terhadap perkembangan AI yang pesat.
CEO Comika Pandji Pragiwaksono menyampaikan kekhawatiran yang muncul seiring inovasi teknologi baru, namun ia tetap optimistis terhadap peran AI.
"Sekarang kita mendapat jawaban dalam 5 detik, padahal punya jawaban dan memahami adalah dua hal berbeda. Dan kualitas percakapan bukan diukur dari jawaban pertama, tapi dari pertanyaan kedua atau follow up question. Yang berharga adalah kemampuan manusia bertanya," ujar Najwa Shihab, Founder Narasi.
Najwa menekankan pentingnya menggunakan AI sebagai rekan berpikir, bukan sekadar mesin penjawab, agar AI mendorong manusia berpikir lebih keras dan tidak menghilangkan faktor kemanusiaan.
"Ada tiga hal yang tidak boleh diserahkan ke mesin yaitu value, judgement dan responsibility. Hati manusia itu yang penting, kita nggak bisa salahkan mesin, karena manusia yang memutuskan apa yang dilakukan," tambah Najwa yang optimistis namun berhati-hati dalam menghadapi AI.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menambahkan bahwa AI harus membuka potensi manusia, bukan menggantikannya. Ia mencontohkan bagaimana dokter di pelosok Indonesia bisa setara dengan dokter di New York melalui akses teknologi AI.
"AI itu cuma alat untuk membuka potensi manusia dan harus manusia yang pegang kendali bukan yang terbawa-bawa. Yang penting adalah otak dan hati nurani. Mesin bisa menyamai kecerdasan tapi mesin nggak punya hati," kata Vikram.
Menurut Vikram, AI harus digunakan untuk meningkatkan produktivitas manusia dan didemokratisasi agar dapat diakses oleh semua kalangan, bukan hanya orang kaya. Dalam Ideafest 2026, Indosat mengusung slogan 'Heartware Inside Hardware' yang menekankan pentingnya hati di dalam perangkat keras teknologi.
"Kita punya inisiatif lebih besar, kita punya ambisi lebih besar dan pakai teknologi sebagai enabler untuk membuka potensi dan lakukan itu dengan hati nurani," pungkas Vikram.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow