Gerindra Salurkan Bantuan Rp1 Miliar dan Desak Ambulans Udara di NTT
Partai Gerindra menyalurkan bantuan Rp1 miliar serta mendorong percepatan penyediaan ambulans udara guna mengatasi kendala evakuasi medis pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026).
Bantuan dana senilai Rp1 miliar diserahkan melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi NTT untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi di kawasan terdampak. Selain bantuan dana, kader di daerah turut mendirikan dapur umum darurat di Kabupaten Ngada guna menyediakan makanan bergizi bagi kelompok rentan.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono menyampaikan penyaluran bantuan ini dilakukan di tengah persiapan peringatan kemerdekaan Indonesia.
"Partai Gerindra tidak larut dalam perayaan HUT RI saja, tetapi bergerak sebagai bentuk solidaritas," kata Sugiono.
Ia menambahkan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran kader di daerah untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat terdampak.
"Kami berharap langkah ini dapat meringankan beban warga, seraya terus mendoakan agar saudara-saudara kita di Flores senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan kelancaran dalam pemulihan pascabencana," kata Sugiono.
Di lokasi bencana, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTT Fernando Jose Osorio Soares meninjau kondisi lapangan sembari menyerahkan bantuan obat-obatan sesuai rekomendasi dokter spesialis. Ia menyoroti minimnya fasilitas kesehatan, seperti satu puskesmas yang harus melayani 5.774 warga hanya dengan satu dokter dan 15 perawat.
Fernando menilai karakteristik wilayah kepulauan NTT membutuhkan penanganan transportasi medis darurat secara cepat melalui ambulans udara.
"Jadi itu kita berharap ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh. Mungkin orang di tempat lain tidak butuh, tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan," kata Fernando.
Selain membawa pasokan obat-obatan tambahan, Fernando menekankan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat bencana alam.
"Dokter-dokter spesialis, mereka memberikan banyak rekomendasi. Jadi kita bawa obat lumayan banyak. Mudah-mudahan ini bisa menambah stok obat di sini dan juga mungkin obat yang belum ada di sini bisa menjadi lengkap," kata Fernando.
Kondisi keterbatasan tenaga medis di area terdampak bencana dinilainya memperlambat proses rujukan pasien kritis.
"Bayangkan, 5.774 dilayani oleh satu dokter, 15 perawat. Pada saat kondisi bencana, bagaimana? Kemudian tersebar, jauh-jauh. Bagaimana untuk kita menyelamatkan nyawa?" kata Fernando.
Ia menambahkan bahwa persoalan transportasi udara di daerah terpencil menyangkut keselamatan jiwa warga yang membutuhkan tindakan medis mendesak.
"Ini kita bukan bicara apa. Ini nyawa. Orang yang tidak paham, orang yang tidak ada di situasi itu mungkin pikir bahwa kita omong kosong. Tapi kalau mereka yang menghadapi situasi begini, ini sangat-sangat kita butuhkan," kata Fernando.
Penyediaan ambulans udara diharapkan dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat untuk menjangkau kawasan kepulauan dan terpencil di seluruh Indonesia.
"Jadi itu kita berharap. Ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh.
Mungkin orang di tempat lain tidak butuh. Tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan. Dan saya yakin di seluruh wilayah Indonesia pasti butuh," kata Fernando.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 9.290 warga masih mengungsi di berbagai lokasi. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka dengan 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow