Wapres Gibran Tinjau Huntap dan Infrastruktur Pascabencana di Sumut

Smallest Font
Largest Font

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi hunian sementara, hunian tetap, dan infrastruktur pascabencana di Sumatera Utara pada Jumat (4/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan kawasan terdampak banjir dan tanah longsor berjalan tepat sasaran.

Rombongan Wakil Presiden bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 05.15 WIB. Setibanya di Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah, Gibran disambut oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Gibran bersama Bobby Nasution menyambangi sejumlah fasilitas umum dan permukiman di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus peninjauan, termasuk kondisi SMA Negeri 1 Barus yang sempat terendam banjir setinggi satu meter pada akhir 2025.

Saat memantau kegiatan belajar mengajar di salah satu ruang kelas sekolah tersebut, Wapres menyoroti ketersediaan fasilitas pendukung bagi para siswa.

"Buku paketnya cuman satu?" tanya Gibran kepada salah satu guru di ruang kelas.

Tenaga pendidik tersebut menjelaskan bahwa saat ini satu buku paket harus digunakan bersama oleh dua siswa dalam satu meja. Penanggung jawab perpustakaan SMAN 1 Barus, Teti Situmeang, menambahkan bahwa banyak koleksi buku rusak akibat banjir sehingga harus dibuang.

"Semoga nanti ada segera ada buku baru dan perbaikan sekolah terus berjalan," ujar Teti Situmeang, guru SMAN 1 Barus.

Selain fasilitas pendidikan, peninjauan mencakup Hunian Tetap Kelurahan Aek Parombunan di Sibolga, Sabo Dam Hutanabolon, Jembatan Garoga, serta lokasi hunian tetap di Desa Napa dan Desa Hapesong Baru di Tapanuli Selatan.

Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera ini melibatkan 30 kementerian, lembaga, dan pihak swasta di bawah koordinasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR). Berdasarkan data Satgas PRR hingga 8 Agustus 2026, sebanyak 18.916 unit hunian sementara telah terbangun dengan 18.874 unit di antaranya sudah ditempati warga, sedangkan hunian tetap yang siap dibangun mencapai 309 unit.

Pemerintah pusat juga telah menyalurkan Dana Transfer ke Daerah sebesar Rp1,98 triliun. Hingga 16 Juli 2026, penyerapan dana tersebut untuk pekerjaan fisik telah mencapai sekitar Rp337,29 miliar atau setara 40 persen dari total alokasi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed