Akbar Faizal Kritik Kunjungan Mendadak Wapres Gibran ke SPBU
Politikus senior Akbar Faizal mengkritik aksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang melakukan kunjungan mendadak untuk memantau antrean bahan bakar minyak di SPBU Pertamina Jalan Tjilik Riwut Km 12, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (12/9/2026).
Kunjungan lapangan yang dilakukan Gibran usai meninjau Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng pada Kamis (10/9/2026) tersebut dinilai tidak efektif dalam menyelesaikan persoalan kelangkaan atau antrean BBM yang dialami masyarakat setempat.
Melalui akun X pribadinya, Akbar menyarankan agar Gibran memanfaatkan kewenangannya sebagai wakil presiden dengan memanggil pejabat terkait guna mencari akar permasalahan secara sistematis.
"Kepada Sdr Wapres @gibran_tweet, berkunjung ke lokasi problem spt dalam video ini sama sekali tak membantu. Ini gaya politiknya Bapakmu. Anda khan milenial. Masak gini?" cuit Akbar Faizal di akun X, Sabtu (12/9/2026).
Mantan anggota DPR itu menilai koordinasi lintas kementerian dan lembaga jauh lebih krusial dibandingkan hanya sekadar peninjauan langsung ke SPBU.
"Kuajarkan caranya: Panggil Menteri @KementerianESDM, Kapolri, Menteri @KemenkeuRI dan K/L terkait. Tanyakan, kenapa masalah ini berulang, apa jalan keluarnya, di mana hambatannya, siapa bertanggung jawab apa, mana skala prioritas, dll," kata Akbar melalui akun X pribadinya, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Ia menekankan pentingnya pembuatan rencana strategis penanganan kelangkaan BBM yang berkelanjutan serta pengawasan yang ketat dari pihak pemerintah pusat.
"Lalu, buat skenario jangka pendek sambil merancang skenario menengah panjang. Lalu laporkan ke Presiden. Kawal skenario dengan ketat.
Jika berhasil, jadikan skenario baku jika peristiwanya berulang. Jika gagal, cari cara baru," ujarnya.
Selain menyarankan skenario teknis, Akbar juga mendesak agar penanganan masalah ini dilakukan secepat mungkin mengingat dampaknya yang membebankan warga.
"Reaksi yang cepat harus diutamakan sebab warga makin tersiksa," kata Akbar.
Lebih lanjut, ia mendorong agar hasil evaluasi penanganan antrean bahan bakar ini dijadikan tolok ukur bagi efektivitas kerja para menteri di kabinet.
"Catatan: jadikan kejadian ini bahan untuk mengukur kinerja menteri. Usulkan ke presiden untuk ganti menteri gombal," lanjutnya.
Penilaian kritis tersebut ditutup dengan pandangan bahwa peninjauan tanpa tindak lanjut konkret hanya menjadi langkah politik tanpa hasil nyata bagi masyarakat luas.
"Begini cara wapres yang bisa membantu. Berkunjung tanpa agenda penyelesaian seperti ini hanya menyenangkan kelompok pendukung Anda yang tak sabar menunggu 2029," tandasnya.
Sebelumnya, dalam inspeksi mendadak tersebut, Gibran sempat menyapa warga serta berdialog dengan petugas SPBU untuk menanyakan kendala pasokan BBM sebelum meminta seluruh masalah segera dilaporkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow