Gletser Langtang Lirung Runtuh Picu Banjir Bandang di Nepal

Smallest Font
Largest Font

Bencana banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu (26/8). Peristiwa ini menyingkap ancaman kerentanan wilayah pegunungan tinggi akibat pemanasan global.

Hasil analisis satelit dan data seismik mengonfirmasi bahwa runtuhnya material batu serta gletser di Gunung Langtang Lirung menjadi pemicu utama. Longsoran es, batu, lumpur, dan air tersebut kemudian meluncur deras ke aliran sungai hingga menerjang kawasan hilir, dilansir dari Detik iNET.

Getaran dari runtuhan awal sempat terdeteksi mirip gempa bumi magnitudo 4,4. Namun, US Geological Survey (USGS) memastikan getaran setara magnitudo 5,2 itu murni bersumber dari energi pergerakan material longsor gletser.

Para peneliti mengingatkan bahaya peningkatan suhu yang melelehkan permafrost dan es pengikat celah batuan lereng pegunungan. Ketika perekat alami ini mencair, kestabilan struktur batuan di kawasan tinggi otomatis melemah dan memicu keruntuhan.

"Ketika permafrost dan sambungan batuan yang dipenuhi es mencair, ada potensi terjadinya keruntuhan besar seperti ini," kata Dr Richard Waller, ahli geografi fisik dari Keele University, seperti dikutip dari The Guardian.

Peningkatan suhu tanah yang tidak biasa tercatat melonjak ke titik tertinggi dalam dua tahun pada dua hari sebelum insiden. Kondisi ini memperlemah lapisan salju serta mengisi celah batu dengan air lelehan.

Meskipun demikian, para ahli belum menetapkan perubahan iklim sebagai penyebab tunggal. Presipitasi monsun yang membuat debit sungai membesar dan tanah jenuh air turut memperparah dampak banjir.

"Perubahan iklim menciptakan kondisi yang dapat mengganggu kestabilan batuan dan es di pegunungan tinggi," tutur Simon Cox, peneliti dari Earth Sciences New Zealand.

Penyusutan gletser juga meningkatkan risiko terbentuknya danau gletser baru yang rentan jebol. Fenomena banjir bandang luapan danau gletser (GLOF) ini mengancam kawasan lembah hingga puluhan kilometer ke hilir.

Ancaman berantai ini membahayakan jutaan jiwa di Asia yang menggantungkan hidup pada aliran sungai utama bersumber dari gletser Himalaya.

"Longsoran dan banjir akan semakin banyak terjadi, terutama ketika danau-danau terbentuk di depan gletser yang terus menyusut," kata Dr Hamish Pritchard dari British Antarctic Survey seraya menambahkan bahwa sistem peringatan dini sangat mendesak untuk melindungi masyarakat yang tinggal di lembah-lembah pegunungan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed