Google Mengubah Mesin Pencari dengan Teknologi Kecerdasan Buatan

Smallest Font
Largest Font

Google merombak sistem mesin pencariannya dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui AI Mode dan AI Overviews sejak tahun lalu. Langkah ini mengubah tampilan pencarian berbasis tautan menjadi jawaban percakapan yang dihasilkan oleh AI, yang dinilai mengancam ekosistem web terbuka bagi para penerbit media.

Pembaruan kotak pencarian Google memungkinkan pengguna menambahkan foto, video, serta menugaskan agen AI untuk melakukan pencarian. Raksasa teknologi Silicon Valley tersebut juga meluncurkan model Gemini 3.5 Flash pada 19 Mei 2026. Fitur AI Mode yang diperkenalkan Google tercatat telah melampaui 1 miliar pengguna aktif bulanan secara global.

Perubahan ini berdampak signifikan pada penurunan jumlah klik langsung ke situs web eksternal. Studi Ahrefs pada Februari 2026 terhadap 300.000 kata kunci menunjukkan keberadaan AI Overviews berkorelasi dengan penurunan rasio klik-tayang (CTR) sebesar 58 persen pada halaman peringkat teratas. Penelitian Pew Research Center pada Juli 2025 juga mencatat pengguna hanya mengklik hasil pencarian tradisional sebesar 8 persen saat AI summary muncul, dibanding 15 persen ketika ringkasan tersebut tidak ada.

Peneliti juga menemukan pengguna hanya mengklik tautan di dalam ringkasan AI sebesar 1 persen dari total kunjungan. Selain itu, riset pada Juni 2026 memperkirakan 68 persen pencarian Google berakhir tanpa klik sama sekali dari pengguna.

Mantan Salah Satu Pendiri Google, Larry Page, memberikan pandangannya terkait tanggung jawab perusahaan.

"We believe a well-functioning society should have abundant, free and unbiased access to high-quality information," kata Larry Page, Salah Satu Pendiri Google.

Pernyataan tersebut disampaikan saat persiapan penawaran umum perdana perusahaan pada tahun 2004.

Di sisi lain, eksekutif Google memberikan tanggapan terkait kekhawatiran dampak fitur AI pada lalu lintas web.

"Actually, as we’ve shared before, we continue to send billions of clicks to the web every day through Search. And we’ve designed our AI features in Search to connect people to websites. In fact, we’re now sending billions of clicks to websites every week through AI features in Search alone – and we’re just getting started," kata Nick Fox, SVP Knowledge and Information Google.

Pernyataan tersebut dibagikan melalui media sosial LinkedIn dan X untuk menepis kekhawatiran publik.

Perubahan pada mesin pencari Google kini juga memicu tindakan dari lembaga hukum dan regulator internasional. Pengadilan Regional Munich mengeluarkan putusan sela pada 28 Mei 2026 dalam kasus 26 O 869/26 setelah AI Overview mengaitkan dua penerbit secara keliru dengan penipuan. Pengadilan menilai AI Overview sebagai pernyataan buatan Google sendiri, bukan sekadar daftar tautan pihak ketiga yang netral. Selanjutnya, regulator media Jerman ZAK pada 14 Juli 2026 menyatakan ringkasan AI Google dan Perplexity tunduk pada hukum media Jerman karena kontennya dibuat langsung oleh penyedia layanan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed