Gunung Anak Krakatau Alami Erupsi Efusif dan Eksplosif Bersamaan

Smallest Font
Largest Font

Gunung Anak Krakatau mengalami peristiwa erupsi unik dengan dua jenis erupsi terjadi bersamaan, yaitu erupsi efusif dan eksplosif, seperti dilansir dari Detik iNET pada Senin, 7 September 2026.

Pakar Vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Eng Ir Mirzam Abdurrachman ST, MT, menjelaskan bahwa biasanya erupsi gunung api hanya terdiri dari satu jenis, yaitu eksplosif atau efusif.

Erupsi eksplosif dicirikan oleh letusan besar dengan tekanan gas tinggi yang melontarkan batu dan abu vulkanik. Sedangkan erupsi efusif adalah keluarnya magma cair sebagai lelehan lava tanpa ledakan besar.

"Anak Krakatau rupanya bisa dua-duanya terjadi barengan," ujar Mirzam.

Mirzam menjelaskan bahwa awalnya terjadi erupsi efusif yang ditandai dengan lava fountain atau lava mancur setinggi beberapa meter, diikuti aliran lava di permukaan tanah.

"Erupsi efusif itu pembukaannya ada lava fountain dengan tinggi beberapa meter, kemudian lava yang mengalir biasa di permukaan tanah. Erupsi eksplosif pembukaanya seperti buka botol sampanye yang dikocok, keluar batu dll, sekarang tinggal abunya," jelas Mirzam.

Fenomena ini berbeda dengan gunung lain seperti Gunung Guntur dan Gunung Papandayan yang erupsi efusif dan eksplosifnya terjadi dengan jeda bertahun-tahun.

"Gunung Guntur dan Gunung Papandayan itu erupsi efusif dan eksplosifnya jeda bertahun-tahun," pungkas Mirzam.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed