Hanung Bramantyo Rilis Trailer Film Horor Sejarah Lobang Buaya

Smallest Font
Largest Font

Sutradara Hanung Bramantyo resmi memperkenalkan trailer dan poster film terbaru bertajuk Lobang Buaya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Karya produksi Adhya Pictures bersama Dapur Film ini mengusung genre horor dengan mengambil latar peristiwa sejarah pada 1964, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Film ini sempat menuai spekulasi sebagai penggarapan ulang karya sinematik G30S/PKI. Namun, Hanung mengklarifikasi bahwa alur cerita berfokus pada konflik sosial pedesaan setahun menjelang tragedi 1965, bukan peristiwa penculikan para jenderal.

"Sabar, ini bukan film G30S/PKI atau remake film tahun '84 yang legendaris itu. Ini film horor yang mengambil latar tahun 1964, tepatnya 309 hari sebelum peristiwa sumur itu terjadi. Fokusnya adalah pada gesekan masyarakat desa dan isu 7 Setan Desa yang saat itu menjadi target politik karena dianggap korup dan menghisap darah petani," kata Hanung Bramantyo dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Pemilihan genre horor diakui sang sutradara sebagai pendekatan taktis untuk memuat narasi sejarah yang masih tergolong sensitif. Langkah ini diambil guna menghindari risiko hukum maupun tekanan politik yang berpotensi timbul jika disajikan dalam bentuk dokumenter murni.

"Kalau saya membuat ini sebagai film sejarah murni atau dokudrama, saya pasti akan di-BAP oleh polisi. Horor adalah jalan ninja saya. Horor itu adalah teror yang tidak terjawab, dan lewat genre ini saya bisa bicara lebih bebas mengenai trauma masa lalu tanpa harus berurusan dengan pemeriksaan aparat," terang Hanung Bramantyo.

Unsur mistis dalam film ini difungsikan sebagai representasi simbolis dari pengaruh pihak-pihak tertentu di balik pergerakan massa.

"Setan di sini adalah metafora. Biasanya kalau ada pergerakan besar atau pergerakan massa, orang selalu bilang ada yang menunggangi," jelasnya.

Meski mengolaborasikan unsur fiksi horor, proses riset tetap dilakukan untuk mengamati reka visual periode 1964. Pengubahan elemen artistik seperti identitas instansi dan pangkat sengaja diterapkan demi menjaga kerangka fiksi cerita.

"Tujuan riset saya untuk mengetahui yang benar, tapi di lapangan sengaja saya 'salahkan' secara artistik visualnya, seperti nama instansi dan pangkat agar tetap aman sebagai fiksi," pungkasnya.

Film Lobang Buaya yang dibintangi Anya Zen, Baskara Mahendra, dan Carissa Perusset ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed