Harga BBM Non Subsidi Pertamina BP Shell Naik Per 10 September 2026
PT Pertamina (Persero) bersama penyedia BBM swasta seperti Shell Indonesia dan BP-AKR menyesuaikan harga produk BBM non-subsidi mereka di SPBU per 10 September 2026. Kenaikan harga ini telah berlaku secara efektif sejak awal September 2026.
Penyesuaian ini berdampak pada kenaikan harga sejumlah jenis bahan bakar bensin beroktan tinggi serta varian diesel. Di SPBU Pertamina DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter, sementara Pertamax Green 95 melonjak menjadi Rp19.150 per liter dari sebelumnya Rp16.600 per liter.
Untuk jenis bahan bakar diesel milik Pertamina, varian Dexlite mengalami peningkatan dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Adapun produk Pertamina Dex juga disesuaikan naik menjadi Rp25.200 per liter dari tarif sebelumnya sebesar Rp21.150 per liter.
Sementara itu, BBM bersubsidi dan BBM RON 92 dari Pertamina tidak mengalami penyesuaian. Pertalite tetap dijual seharga Rp10.000 per liter, Biosolar atau Solar subsidi bertahan pada angka Rp6.800 per liter, dan Pertamax dipatok Rp15.950 per liter.
Sektor BBM swasta juga mencatatkan lonjakan harga produk diesel dan bensin performa tinggi. BP-AKR menetapkan tarif BP Ultimate sebesar Rp19.330 per liter dari Rp16.760 per liter, serta BP Ultimate Diesel menjadi Rp25.420 per liter dari sebelumnya Rp21.910 per liter, sedangkan BP 92 tetap Rp16.130 per liter.
Langkah serupa diambil oleh SPBU Shell yang mematok harga Shell V-Power Diesel sebesar Rp25.420 per liter dari tarif sebelumnya Rp21.910 per liter. Di SPBU Vivo kawasan Tendean, Jakarta Selatan, harga bensin Revvo 92 dipertahankan pada kisaran Rp16.130 per liter.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow