Harga BBM Non Subsidi Pertamina dan Swasta Berfluktuasi Per 20 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Pertamina (Persero) dan sejumlah pengelola SPBU swasta seperti BP-AKR, Shell, serta Vivo memberlakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi pada Kamis, 20 Agustus 2026. Penurunan harga melanda mayoritas produk bensin Pertamina dan BP-AKR, sedangkan harga BBM jenis diesel di stasiun pengisian swasta tercatat mengalami kenaikan.

Perubahan nilai jual bahan bakar non-subsidi tersebut sejatinya telah digulirkan sejak 1 Agustus 2026. Dalam skema terbaru ini, Pertamina memangkas harga Pertamax (RON 92) dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, serta Pertamax Turbo dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter. Adapun untuk kawasan Pertashop, Pertamax dijual pada angka Rp15.850 per liter.

Sementara itu, harga BBM diesel milik Pertamina tidak mengalami pergeseran. Tarif Dexlite bertahan di angka Rp19.700 per liter untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara, meski nilainya bervariasi di beberapa daerah seperti Aceh (Rp20.150) dan Riau (Rp20.550) imbas regulasi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Pertamina Dex juga tercatat stabil di level Rp21.150 per liter. Penyesuaian tarif BBM non-subsidi ini sendiri secara berkala mempertimbangkan pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, dan kondisi ekonomi nasional.

"Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat," ujar Kitty Andhora, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga.

Pertamina juga memastikan tarif BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah, masing-masing pada harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Penegasan mengenai ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga menjadi pertimbangan utama badan usaha dalam menetapkan penyesuaian berkala tersebut.

Tren penurunan harga bensin turut diikuti oleh BP-AKR yang memangkas harga BP 92 dari Rp16.670 menjadi Rp16.130 per liter, serta BP Ultimate dari Rp17.240 menjadi Rp16.760 per liter. Kebijakan serupa dijalankan Vivo yang menurunkan produk Revvo 92 menjadi Rp16.130 per liter, walaupun produk Revvo 95 milik mereka justru naik menjadi Rp17.760 per liter.

Sebaliknya, pengelola SPBU swasta kompak menaikkan harga untuk varian diesel. BP Ultimate Diesel, Shell V-Power Diesel, dan Diesel Primus milik Vivo sama-sama melonjak hingga menyentuh angka Rp21.910 per liter dari tarif sebelumnya sebesar Rp21.340 per liter.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed