Harga Bitcoin Naik ke Rp1,17 Miliar Setelah Inflasi AS Melambat

Smallest Font
Largest Font

Harga Bitcoin hari ini melonjak naik hingga menyentuh angka Rp1,17 miliar per koin pada Kamis (16/7/2026), setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) dilaporkan melambat melebihi ekspektasi pasar. Kenaikan signifikan ini memberikan angin segar bagi investor kripto global setelah pasar sempat mengalami tekanan volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data pasar terbaru, pergerakan harga bitcoin hari ini bertengger di kisaran 64.781,78 dollar AS atau setara dengan Rp1,17 miliar (menggunakan kurs Rp18.091 per dollar AS).

Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 4,10 persen dalam waktu 24 jam terakhir, sekaligus menunjukkan pemulihan mingguan sebesar 2,00 persen.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini kokoh di angka 1,29 triliun dollar AS (sekitar Rp23.324 triliun), dengan kenaikan rata-rata volume perdagangan harian sebesar 3,91 persen.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Pergerakan Harga Bitcoin Hari Ini dan Pemulihan Pasar

Sebelum mencapai level saat ini, Bitcoin sempat menyentuh titik terendah harian pada Selasa lalu di level 62.272 dollar AS. Namun, tekanan beli yang kuat mendorong aset kripto terbesar di dunia ini melesat ke level 64.802,2 dollar AS, sebelum stabil di kisaran 64.892,13 dollar AS.

Meskipun ada sedikit koreksi sebesar 0,5 persen sejak tengah malam, tren keseluruhan tetap menunjukkan momentum yang sangat positif bagi para pemegang aset digital. Kenaikan Bitcoin yang mencapai 4,10 persen ini juga tercatat berhasil mengungguli pertumbuhan pasar kripto secara keseluruhan yang rata-rata naik sebesar 3,71 persen. Banyak analis menilai bahwa penyebab bitcoin naik hari ini berkaitan erat dengan rilis data ekonomi makro terbaru dari AS.

Laporan indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS untuk bulan Juni 2026 menunjukkan penurunan sebesar 0,1 persen secara bulanan (MoM).

Penurunan bulanan ini tercatat sebagai yang paling tajam sejak April 2020, didorong oleh anjloknya harga bensin hingga hampir 10 persen MoM. Secara tahunan (YoY), inflasi AS melambat menjadi 3,5 persen, jauh lebih rendah dari bulan sebelumnya yang berada di angka 4,2 persen. Angka realisasi inflasi ini juga berada di bawah estimasi konsensus para ekonom yang sebelumnya memprediksi inflasi di kisaran 3,8 persen.

Kondisi ini memberikan dampak cpi as terhadap harga crypto secara instan dengan memicu aksi beli masif di pasar aset digital.

Melambatnya inflasi memicu pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar mengenai kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve. Pertanyaan seperti "apakah suku bunga fed bakal turun bulan ini" kini menjadi fokus diskusi utama yang memicu spekulasi positif terhadap likuiditas pasar keuangan global.

Bitcoin Melonjak ke 65 Ribu Dolar AS Setelah Rilis Data CPI, Ini Efeknya ke Kripto | Toshi Crypto Indonesia

Arus Masuk Dana ETF Kripto Spot Semakin Kuat

Selain faktor makroekonomi, faktor internal berupa arus masuk dana institusional melalui Exchange-Traded Funds (ETF) turut memperkuat momentum kenaikan ini. Berdasarkan data dari bursa, produk investasi ETF Bitcoin Spot mencatatkan arus masuk (inflow) bersih sebesar 182 juta dollar AS pada hari Selasa.

Pembalikan arah ini terjadi setelah sehari sebelumnya pasar ETF sempat mengalami arus keluar (outflow) sebesar 425 juta dollar AS. Hingga saat ini, arus masuk kumulatif untuk ETF Bitcoin Spot telah mencapai angka fantastis sebesar 51 miliar dollar AS. Sementara itu, total aset bersih yang dikelola (AUM) oleh seluruh penerbit ETF Bitcoin Spot kini mendekati angka 80 miliar dollar AS.

Perkembangan ETF Ether dan XRP Spot

Tidak hanya Bitcoin, pasar ETF untuk aset kripto lainnya juga mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan.

ETF Ether Spot berhasil membukukan arus masuk sebesar 58 juta dollar AS setelah sempat mencatatkan outflow sebesar 15 juta dollar AS sehari sebelumnya. Akumulasi dana masuk untuk ETF Ether kini menyentuh 11 miliar dollar AS dengan rata-rata aset bersih berada di kisaran 10 milar dollar AS. Di sisi lain, ETF XRP Spot juga mencatatkan aliran dana masuk sebesar 107.000 dollar AS pada akhir pekan lalu.

Langkah ini membawa simpanan kumulatif ETF XRP menjadi 1,48 miliar dollar AS dengan total aset bersih yang dikelola mencapai 1 miliar dollar AS.

Performa Ethereum dan XRP yang Stabil

Meskipun perhatian utama tertuju pada Bitcoin, aset kripto alternatif (altcoin) utama seperti Ethereum (ETH) dan Ripple (XRP) juga berkinerja solid. Ethereum terpantau naik sebesar 4,7 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir, meskipun sempat tertahan di bawah level resistance kuat 1.900 dollar AS.

Sedangkan untuk XRP, aset digital ini berhasil mempertahankan posisinya dengan kokoh di atas level support psikologisnya pada angka 1,10 dollar AS. Berikut adalah tabel ringkasan kinerja aset kripto dan indikator pasar utama yang tercatat hari ini:

Tabel Kinerja Kripto dan Data ETF per Juli 2026
Aset KriptoHarga / PosisiKenaikan 24 JamInflow ETF HarianAset Bersih ETF
Bitcoin (BTC)64.781,78 dollar AS4,10%182 juta dollar AS80 miliar dollar AS
Ether (ETH)< 1.900 dollar AS4,70%58 juta dollar AS10 milar dollar AS
XRP> 1,10 dollar AS107.000 dollar AS1 miliar dollar AS

Beberapa poin utama perkembangan pasar kripto saat ini meliputi:

  • Kenaikan harga Bitcoin didorong langsung oleh pelambatan laju inflasi AS Juni 2026.
  • Pasar ETF Kripto kembali bergairah setelah sempat mengalami aksi jual besar-besaran.
  • Investor terus memantau pergerakan kebijakan bank sentral global demi mengantisipasi volatilitas lanjutan.

Prediksi Harga Bitcoin Juli 2026 dan Langkah Pasar Selanjutnya

Melihat performa hari ini, banyak pelaku pasar mulai merumuskan prediksi harga bitcoin juli 2026 untuk menentukan strategi perdagangan mereka. Sebagian besar analis menilai bahwa bertahannya Bitcoin di atas level 64.000 dollar AS merupakan fondasi kuat untuk menguji level resistance berikutnya. Kondisi ini sangat bergantung pada keberlanjutan arus masuk dana institusional serta sentimen positif dari rilis data ketenagakerjaan AS mendatang.

Selain itu, perkembangan geopolitik global dan fluktuasi harga energi juga dinilai akan tetap membayangi pergerakan harga aset digital dalam beberapa hari ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed