Harga Emas Global Anjlok Akibat Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS
Harga emas dunia anjlok hingga 1,4 persen pada perdagangan Selasa (26/5/2026) setelah tertekan oleh spekulasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat akibat eskalasi militer terbaru dengan Iran.
Ketegangan geopolitik tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga di atas 4 persen yang berpotensi mendorong inflasi karena produsen membebankan kenaikan biaya kepada konsumen.
Kondisi ini berbalik dari perdagangan Senin (25/5/2026), saat harga emas spot sempat menguat 1,4 persen ke posisi 4.570,50 dollar AS per ons karena optimisme semu pasar terkait peluang kesepakatan damai.
Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff menilai pergerakan pasar obligasi mengindikasikan langkah pengetatan kebijakan moneter selanjutnya dari Federal Reserve menjadi sentimen negatif bagi logam mulia.
"Pasar obligasi berpikir langkah suku bunga berikutnya dari Federal Reserve adalah kenaikan. Itu menjadi sentimen negatif bagi pasar emas hari ini," kata Jim Wyckoff dikutip dari Refinitiv.
Wyckoff menambahkan bahwa kondisi teknikal jangka pendek saat ini masih menguntungkan pergerakan menurun yang memicu aksi jual di pasar.
"Secara teknikal dalam jangka pendek, pasar masih menguntungkan pihak bearish, sehingga memicu aksi jual teknikal juga," ujar Jim Wyckoff.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data ekonomi penting Amerika Serikat untuk melihat arah kebijakan bank sentral lebih lanjut.
Analis UBS Giovanni Staunovo menjelaskan bahwa pergerakan harga komoditas ini memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan perkembangan harga energi global belakangan ini.
"Aset keuangan saat ini sangat dipengaruhi oleh harga minyak, begitu pula dengan harga emas," ujar Giovanni Staunovo.
Di sisi lain, pergerakan perak global juga mencatatkan tren serupa dengan melemah 1,44 persen ke level 76,95 dollar AS per troy ons pada penutupan perdagangan Selasa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow