Harga Kakao Dunia Naik ke Level 4180 USD per Ton Sore Ini Dipicu Pemulihan Pasar Berjangka

Smallest Font
Largest Font

Harga kakao internasional hari ini Kamis (28/5/2026) bergerak menguat menuju level 4.180 USD per ton metrik di pasar berjangka. Angka ini mencatatkan rekor tertinggi komoditas cokelat tersebut dalam kurun waktu hampir dua minggu terakhir.

Kenaikan ini menjadi titik balik setelah sehari sebelumnya, Rabu (27/5/2026), kontrak berjangka kakao sempat jatuh ke posisi 4.146,18 USD per ton metrik. Koreksi harian sebesar 0,55 persen tersebut kini terkompensasi oleh sentimen positif pasar.

Jika ditarik dalam tren satu bulan ke belakang, harga kakao dunia sebenarnya mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 22,67 persen. Namun, nilai perdagangan saat ini masih 57,07 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dinamika harga coklat mentah di pasar internasional terus mengalami volatilitas tinggi sejak awal tahun. Berdasarkan catatan historis perdagangan, pergerakan terkini berada di kisaran 4.127,99 USD per ton dari nilai penutupan sebelumnya di angka 4.140,00 USD per ton.

Sebagai perbandingan performa jangka panjang, berikut adalah tabel pergerakan nilai komoditas biji kakao mentah berdasarkan acuan pasar internasional dari data historis yang dihimpun:

Tabel Pergerakan Nilai Historis Kakao Internasional
Periode AnalisisNilai Performa Pasar (USD/MT)Persentase Perubahan
Rekor Tertinggi (Desember 2024)12.906,00
Mei 2025 (Acuan Tahun Lalu)9.865,00
Tren Bulanan (Mei 2026)4.180,00+22,67%
Realisasi Harian Terkini4.127,99-0,55%

Fluktuasi tajam ini menjadi jawaban atas pertanyaan publik mengenai kenapa harga kakao naik dan turun secara drastis dalam dua tahun terakhir. Pada Mei tahun lalu, biji kakao bahkan sempat bertengger di harga 9.865 USD per ton atau setara Rp160.800 per kilogram dengan asumsi kurs Rp16.300 per USD.

Faktor utama penyebab harga coklat naik turun sangat dipengaruhi oleh estimasi volume produksi dari wilayah Afrika Barat. Pantai Gading dan Ghana saat ini masih memegang status sebagai negara penghasil kakao terbesar di dunia yang menyumbang lebih dari 60 persen produksi global.

Ada Gangguan Pasokan Harga Cokelat Bakal Melonjak | OMPANTOA

Pasokan Afrika Barat dan Persediaan Gudang ICE

Menurut laporan berkala pasar komoditas Trading Economics, Pantai Gading baru-baru ini merevisi estimasi pengiriman kakao untuk musim 2025/2026. Otoritas setempat menaikkan proyeksi menjadi 2,1 hingga 2,2 juta ton metrik dari perkiraan awal yang hanya 1,8 hingga 1,9 juta ton metrik.

Langkah revisi kenaikan produksi dari negara tetangga Ghana ini sempat memberikan tekanan bagi pasar berjangka. Akibatnya, kontrak komoditas ini sempat terdorong jatuh ke kisaran 3.800 USD per ton metrik yang merupakan level terendah sejak awal bulan.

Selain faktor revisi produksi, laporan persediaan berjangka di gudang Intercontinental Exchange (ICE) turut memengaruhi kondisi pasar harian. Stok kakao terpantau melonjak ke level tertinggi dalam 1,75 tahun terakhir.

Data inventori ICE per 26 Mei mencatat volume persediaan terverifikasi mencapai 2.745.277 kantong. Sementara itu, pembaruan data logs logistik perdagangan terbaru menunjukkan penyesuaian volume berkala di angka 2.668.548 kantong.

Dampak Terhadap Industri dan Petani Lokal

Pergerakan di pasar bursa komoditas ini menjadi acuan utama bagi para pelaku usaha untuk menentukan berapa harga biji kakao per kg di tingkat domestik. Negara produsen lain seperti Indonesia, Nigeria, Kamerun, Ekuador, dan Brasil terus memantau pergerakan harga harian ini.

Secara umum, rantai pasok industri cokelat nasional menggunakan standar konversi harga internasional ini yang kemudian disesuaikan dengan biaya logistik dan kualitas kadar air biji kering lokal.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Para pengolah industri makanan dan minuman berbasis manufaktur cokelat kini terus melakukan mitigasi risiko terkait fluktuasi bahan baku ini. Manajemen stok yang ketat di gudang penyerapan domestik menjadi prioritas utama guna menjaga stabilitas harga produk jadi di pasar eceran.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed