Harga Kakao Dunia Melemah ke 4.201 USD per Ton
Harga kakao hari ini mencatatkan pergerakan dinamis di bursa komoditas berjangka internasional pada Kamis (18/6/2026). Kontrak berjangka komoditas ini diperdagangkan di atas 4.200 USD per metrik ton, yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Mei lalu.
Berdasarkan data perdagangan harian per 17 Juni 2026, harga kakao sebenarnya mengalami penurunan tipis menjadi 4.201,84 USD per ton. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,76 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya akibat aksi ambil untung jangka pendek di pasar komoditas.
Meskipun mengalami koreksi harian, harga kakao harian secara akumulatif telah melonjak sebesar 10,84 persen selama sebulan terakhir. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, nilai ini tercatat 56,29 persen lebih rendah.
Analisis Kinerja Historis Pasar Kakao
Pergerakan harga komoditas ini menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi jika melihat ke belakang. Sebagai perbandingan, rekor tertinggi sepanjang masa untuk komoditas kakao sempat menyentuh angka 12.906,00 USD per metrik ton pada Desember 2024 silam.
Dalam rentang sejarah perdagangan panjang dari tahun 1959 hingga 2026, realisasi data harian mencatat fluktuasi yang sangat masif. Nilai tertinggi berada di angka 12.906,00 USD per metrik ton, sementara titik terendahnya pernah menyentuh 0,91 USD per metrik ton.
Di bursa New York Berjangka (NYMEX), perdagangan komoditas ini memiliki standarisasi tersendiri. Ukuran untuk setiap satu kontrak kakao yang ditransaksikan di NYMEX ditetapkan sebesar 10 metrik ton.
Lembaga analisis StoneX baru saja mengeluarkan laporan terbaru mengenai neraca pasokan. StoneX mengurangi proyeksi surplus kakao global untuk musim 2026/27 menjadi 149.000 ton, dari proyeksi awal pada Januari yang sebesar 267.000 ton.
Penyesuaian Data Musim Sebelumnya
Tidak hanya untuk musim mendatang, StoneX juga memangkas estimasi surplus untuk musim 2025/26. Angka surplus kini diperkirakan sebesar 247.000 ton, turun dari estimasi sebelumnya yang berada di angka 287.000 ton.
Laporan Organisasi Kakao Internasional
Langkah revisi ini sejalan dengan data dari Organisasi Kakao Internasional (ICCO) yang dirilis pada akhir Mei. ICCO merevisi estimasi surplus musim 2024/25 turun dari yang semula 75.000 ton menjadi kini tersisa 48.000 ton saja.
Di sisi lain, volume penyimpanan komoditas di pelabuhan Amerika Serikat menunjukkan adanya pertumbuhan. Stok gudang tercatat tumbuh sebesar 5.678 kantong, sehingga total penyimpanan saat ini mencapai 2.923.471 kantong.
Ramalan Harga Kakao ke Depan
Mengenai prospek jangka panjang, Trading Economics merilis prediksi pergerakan harga untuk beberapa waktu ke depan. Komoditas kakao diproyeksikan akan diperdagangkan pada level 3.834,46 USD per metrik ton di akhir kuartal saat ini.
Lebih lanjut, Trading Economics memperkirakan tren penurunan tipis akan terus berlanjut dalam jangka panjang. Dalam kurun waktu 12 bulan ke depan, harga komoditas ini diramal akan berada pada kisaran 3.205,41 USD per metrik ton.
| Periode Analisis | Nilai / Persentase Perubahan |
|---|---|
| Harga Per 17 Juni 2026 | 4.201,84 USD/T |
| Perubahan Harian | -0,76% |
| Perubahan Bulanan | +10,84% |
| Perubahan Tahunan | -56,29% |
| Rekor Tertinggi (Desember 2024) | 12.906,00 USD/MT |
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Perkembangan pasokan dari berbagai negara produsen utama serta dinamika permintaan industri cokelat global akan terus menjadi faktor penentu utama pergerakan harga pada hari-hari berikutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow