Harga Kakao Dunia Turun Menjadi 5101 Dolar Per Metrik Ton Akhir Pekan Ini
Harga kakao dunia mencatatkan penurunan sebesar 2,78 persen pada perdagangan komoditas akhir pekan ini, Sabtu (27/6/2026). Penurunan ini membawa harga komoditas bahan baku cokelat tersebut ke level 5.101,31 USD per metrik ton (MT) akibat dinamika pasokan global yang terus berfluktuasi.
Berdasarkan data pasar terbaru per 26 Juni 2026 yang dihimpun dari Trading Economics, harga komoditas ini sebelumnya bertengger di angka 5.247,00 USD per metrik ton. Perubahan tersebut memberikan gambaran yang dinamis bagi pergerakan grafik harga kakao hari ini di bursa komoditas internasional seperti NYMEX.
Meskipun terjadi penurunan harian, tren harga coklat dunia dalam jangka pendek sebenarnya masih menunjukkan pergerakan positif. Sepanjang satu bulan terakhir, harga bahan baku cokelat ini mencatatkan kenaikan sebesar 23,22 persen, walaupun nilai ini tercatat 46,00 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada setahun yang lalu.
Faktor persediaan di gudang komoditas ditengarai turut memengaruhi pergerakan harga saat ini. Stok bersertifikat ICE di pelabuhan Amerika Serikat dilaporkan mengalami penurunan sebanyak 3.828 kantong, sehingga kini total persediaan tersisa menjadi 2.914.908 kantong. Penurunan stok gudang ini kerap memicu pertanyaan di kalangan pelaku usaha mengenai "kenapa harga kakao naik" pada periode bulanan meskipun hari ini sedang mengalami koreksi harian.
Di bursa NYMEX sendiri, perdagangan dilakukan secara terstruktur guna menjaga likuiditas pasar. Ukuran untuk setiap satu kontrak kakao ditetapkan sebesar 10 metrik ton (MT). Pemahaman mengenai ukuran kontrak dan nilai margin ini sangat krusial, terutama sebagai bagian dari langkah awal "cara membaca grafik saham komoditas bagi pemula" yang ingin mulai mempelajari investasi di sektor pangan.
Struktur Produsen dan Prediksi Jangka Panjang
Untuk memahami peta kekuatan pasar komoditas ini, penting untuk melihat kontribusi dari wilayah produsen utama di skala internasional. Saat ini, Pantai Gading dan Ghana masih bertahan sebagai daerah penghasil kakao terbesar di dunia. Secara kumulatif, kedua negara di kawasan Afrika Barat tersebut menyumbang lebih dari 60 persen dari total produksi global, sehingga fluktuasi cuaca atau kebijakan internal mereka akan langsung berdampak pada harga pasar dunia.
Terkait prospek pergerakan ke depan, analisis pasar memberikan proyeksi yang cenderung melandai. Kakao diperkirakan akan diperdagangkan pada level 4.232,80 USD per metrik ton pada akhir kuartal berjalan ini. Sementara itu, bagi pelaku industri yang merencanakan anggaran tahunan dan kerap mencari tahu "prediksi harga kakao tahun depan berapa", data menunjukkan tren penurunan lanjutan ke level 3.529,84 USD per metrik ton dalam waktu 12 bulan ke depan.
Berikut adalah tabel rincian pergerakan harga kakao berdasarkan data historis dan proyeksi pasar global:
| Indikator Pasar | Nilai Jual (USD/MT) | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| Harga Hari Ini (Ref. 26 Juni 2026) | 5.101,31 | -2,78% (Harian) |
| Harga Hari Sebelumnya | 5.247,00 | – |
| Perkembangan 1 Bulan Terakhir | – | +23,22% |
| Perkembangan 1 Tahun Terakhir | – | -46,00% |
| Proyeksi Akhir Kuartal | 4.232,80 | – |
| Proyeksi 12 Bulan ke Depan | 3.529,84 | – |
Rekor Historis Nilai Komoditas Kakao
Fluktuasi harga yang terjadi pada pertengahan tahun 2026 ini sebenarnya masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa. Berdasarkan catatan historis, harga kakao pernah melambung tinggi hingga mencapai angka 12.906,00 USD per metrik ton pada bulan Desember 2024 lalu. Sebaliknya, dalam rentang sejarah panjang dari tahun 1959 hingga 2026, level terendah komoditas ini berada di angka 0,91 USD per metrik ton.
Sebagai perbandingan performa harian pada periode yang berbeda, platform Seputarforex pernah mencatat harga kakao mengalami perubahan harian yang sangat tipis sebesar 9 USD per metrik ton atau sekitar 0,43 persen, di mana perdagangan pada tanggal 22 November kala itu ditutup pada harga 2.119,00 USD per metrik ton.
- Pantai Gading dan Ghana menguasai lebih dari 60% pasokan kakao dunia.
- Stok ICE di pelabuhan AS menyusut menjadi 2.914.908 kantong.
- Satu kontrak perdagangan di NYMEX setara dengan 10 metrik ton.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Hingga penutupan pasar pekan ini, aktivitas perdagangan komoditas pertanian global terpantau masih menyesuaikan diri dengan volume stok di tingkat pelabuhan utama dan laporan panen dari kawasan Afrika Barat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow