Harga Kakao Global Turun Menjadi 6.065 USD per Ton Imbas Fluktuasi Pasar Komoditas
Harga kakao global dilaporkan turun ke posisi 6.065 USD per ton pada perdagangan Senin (13/7/2026). Penurunan sebesar 6,04 persen dari hari sebelumnya ini memicu penyesuaian nilai jual komoditas cokelat di tingkat pasar internasional.
Kontrak berjangka untuk komoditas ini sebelumnya sempat bertahan di atas 6.400 USD per ton, yang menjadi level tertinggi sejak November 2025. Pergerakan ini mempertegas kondisi pasar komoditas yang dinamis dalam satu bulan terakhir.
Meskipun mengalami penurunan harian, data dalam sebulan terakhir menunjukkan harga kakao sebenarnya sudah naik sebesar 56,80 persen. Namun, posisi harga saat ini terpantau masih 26,81 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama setahun lalu.
Berdasarkan data pasar finansial global, ukuran setiap kontrak kakao di New York Futures Exchange (NYMEX) ditetapkan sebesar 10 metrik ton. Perubahan harga harian ini langsung berdampak pada kalkulasi nilai kontrak perdagangan berjangka internasional.
Secara historis, komoditas ini pernah mencatat rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 12.906,00 USD per metrik ton pada Desember 2024. Sementara itu, nilai terendah dalam rentang data tahun 1959 hingga 2026 berada di angka 0,91 USD per metrik ton.
Sebagai gambaran nilai riil di tingkat lokal, biji kakao pada periode Mei 2025 sempat dinilai seharga 9.865 USD atau sekitar Rp160.800.000 per ton. Nilai tersebut menggunakan asumsi kurs USD/IDR sebesar Rp16.300, sehingga harga coklat per kilo berkisar di angka Rp160.800.
Faktor Produksi dan Dampak El Nino Terhadap Harga Pangan
Penurunan proyeksi pasokan global menjadi salah satu alasan kenapa harga kakao tidak stabil dan cenderung fluktuatif. Pantai Gading dan Ghana saat ini merupakan dua negara produsen kakao terbesar di dunia yang secara akumulatif menyumbang lebih dari 60 persen produksi global.
Penurunan Output Pantai Gading
Perkiraan output produksi kakao di Pantai Gading untuk musim 2026/2027 diproyeksikan hanya mencapai 1,7 sampai 1,8 juta ton metrik. Angka ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan musim 2025/2026 yang mampu mencapai sekitar 2,2 juta ton metrik.
Ancaman Siklus Cuaca Ekstrem
Ancaman penurunan produksi ini diperparah oleh rilis data cuaca terbaru dari The Guardian pada Senin (13/7/2026). Laporan tersebut menyatakan bahwa siklus El Nino 2026-2027 berpotensi memicu guncangan besar terhadap produksi pangan dunia yang dampaknya dapat bertahan hingga tahun 2028.
Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) turut mengonfirmasi adanya peluang sebesar 63 persen bahwa suhu permukaan laut di Samudra Pasifik akan meningkat lebih dari 2 derajat Celsius di atas normal pada akhir tahun 2026.
"Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah."
Secara historis, fenomena cuaca El Nino kuat tercatat pernah melanda global pada periode tahun 1981-1982, 1996-1997, 2015-2016, dan 2023-2024. Lebih dari satu abad lalu, tepatnya periode 1876-1878, fenomena alam ini juga memicu kelaparan besar di India.
Prediksi Harga Kakao ke Depan
Melihat volatilitas pasokan global dan ancaman cuaca, sejumlah lembaga riset mulai mengeluarkan proyeksi nilai dagang komoditas ini. Hal ini menjadi acuan penting bagi para pelaku industri pengolahan makanan dan kosmetik global yang bergantung pada fungsi biji kakao untuk kosmetik maupun bahan makanan.
Berdasarkan model makro global Trading Economics dan analisis pasar, prediksi harga perdagangan kakao diperkirakan akan berada di angka 5.818,28 USD per metrik ton pada akhir kuartal berjalan ini. Informasi selengkapnya mengenai perkembangan harga historis dapat dilihat pada tabel berikut.
| Indikator Perdagangan | Nilai Komoditas (USD) | Keterangan Waktu |
|---|---|---|
| Rekor Tertinggi Historis | 12.906,00 per MT | Desember 2024 |
| Harga Perdagangan Mei 2025 | 9.865,00 per Ton | Mei 2025 |
| Puncak Harga Kuartal II | 6.400,00 per Ton | November 2025 |
| Harga Pasar Terkini | 6.065,00 per Ton | 11 Juli 2026 |
| Proyeksi Akhir Kuartal | 5.818,28 per MT | Kuartal Berjalan 2026 |
| Proyeksi 12 Bulan ke Depan | 5.040,62 per MT | Target Tahun 2027 |
Dalam jangka panjang, Trading Economics memproyeksikan harga komoditas cokelat ini akan melandai ke angka 5.040,62 USD per metrik ton dalam waktu 12 bulan ke depan. Para pelaku usaha kini terus memantau perkembangan fisik tanaman di wilayah Afrika Barat untuk mengantisipasi pergeseran harga lebih lanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow