Harga Kakao Global Naik Menjadi 3886 USD Per Metrik Ton
Harga kontrak berjangka kakao global bergerak naik ke level 3.886,07 USD per metrik ton (MT) pada perdagangan Sabtu, 13 Juni 2026. Pergerakan komoditas utama dalam produksi cokelat dunia ini mencatatkan kenaikan sebesar 2,32 persen dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.
Sebelumnya, harga komoditas perkebunan ini sempat tertahan di angka 3.798,00 USD per metrik ton. Meskipun mengalami kenaikan harian, tren harga kakao hari ini sebenarnya masih menunjukkan pola penurunan yang cukup signifikan jika ditarik dalam garis waktu yang lebih luas.
Berdasarkan data pasar komoditas berjangka New York (NYMEX), nilai kontrak yang diperdagangkan saat ini menetap di kisaran 3.700 USD hingga 4.000 USD per metrik ton. Posisi ini stabil sejak pertengahan Mei lalu.
Tren Penurunan Jangka Panjang
Apabila dibandingkan dengan pergerakan bulan lalu, harga kakao dunia saat ini mencatatkan penurunan sebesar 11,54 persen. Koreksi tajam bahkan terlihat jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, di mana harga terpangkas hingga 60,31 persen.
Pasar mencatat rekor harga tertinggi sepanjang masa untuk komoditas ini berada di level 12.906,00 USD per metrik ton yang dicapai pada Desember 2024. Sementara itu, tingkat harga terendah dalam sejarah berada pada angka 0,91 USD per metrik ton dalam rentang data historis dari tahun 1959 hingga 2026.
Dinamika Stok Gudang Berjangka
Kenaikan harga harian ini terjadi di tengah peningkatan persediaan kakao yang terdaftar di bursa ICE. Stok gudang terpantau melonjak ke level tertinggi dalam 1,75 tahun terakhir dengan total mencapai 2.929.074 kantong.
Data inventaris per 29 Mei juga menunjukkan akumulasi pasokan yang kuat di pasar global. Persediaan tersebut hampir menyentuh level tertinggi dalam dua tahun dengan volume sebesar 2.846.957 kantong kakao siap edar.
Faktor Produksi dan Dampak Iklim Global
Pergeseran volume produksi cokelat dunia sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca di wilayah barat Benua Afrika. Kawasan ini merupakan episentrum pasokan kakao global yang memasok sebagian besar kebutuhan industri manufaktur makanan manis dunia.
Dominasi Negara Produsen Utama
Pantai Gading dan Ghana masih memegang peran krusial sebagai daerah penghasil kakao terbesar di dunia. Kedua negara bertetangga tersebut secara kumulatif menyumbang lebih dari 60 persen dari total volume produksi global setiap tahunnya.
Selain kedua negara Afrika tersebut, terdapat deretan wilayah produsen utama lainnya yang menopang pasar. Negara-negara tersebut meliputi Indonesia, Nigeria, Kamerun, Ekuador, serta Brasil.
Ancaman Fenomena Cuaca Ekstrem
Faktor alam memegang peranan penting dalam menentukan pasokan pasaran global. Sejarah mencatat bahwa gangguan cuaca ekstrem kerap menjadi pemicu utama di balik ketidakpastian volume panen para petani.
Fenomena iklim El Niño tercatat menjadi penyebab utama terjadinya penurunan besar pada produksi kakao global. Dampak El Niño pada tanaman kakao yang merusak pola pembuahan terbukti menekan volume pasokan pada tahun 2016 dan tahun 2024 silam.
Daftar Harga Komoditas Pertanian Terbaru di Tingkat Produsen
Di tingkat domestik, pergerakan komoditas perkebunan bergerak bervariasi sesuai dengan jenis pengolahan pascapanen yang dilakukan petani. Berdasarkan pemantauan harga produsen, terdapat selisih nilai yang cukup kontras antara biji kakao fermentasi dan non-fermentasi.
Biji kakao fermentasi dihargai sebesar Rp90.000 per kilogram, sedangkan untuk jenis non-fermentasi berada di angka Rp40.000 per kilogram. Untuk ukuran perdagangan internasional, setiap satu kontrak kakao di Bursa Berjangka New York ditetapkan sebesar 10 metrik ton.
Berikut adalah daftar harga komoditas pertanian terbaru di tingkat produsen yang tercatat pada hari ini:
| Kategori Komoditas | Nama Komoditas | Harga Resmi (Rupiah per Kg) |
|---|---|---|
| Perkebunan | Kakao Fermentasi | 90.000 |
| Perkebunan | Kakao Non-Fermentasi | 40.000 |
| Perkebunan | Bunga Cengkeh Kering | 130.000 |
| Perkebunan | Kopi Arabika Berasan | 130.000 |
| Perkebunan | Kopi Robusta Berasan | 90.000 |
| Perkebunan | Minyak Nilam | 580.000 |
| Tanaman Pangan | Beras Premium | 14.300 |
| Tanaman Pangan | Beras Medium | 12.200 |
| Hortikultura | Cabe Rawit Merah | 80.000 |
| Hortikultura | Cabe Merah Keriting | 38.000 |
Secara umum, sektor hortikultura juga melaporkan adanya kekosongan pasokan untuk beberapa komoditas akibat belum memasuki masa panen. Beberapa komoditas yang dilaporkan tidak ada aktivitas panen di tingkat produsen per hari ini meliputi bawang merah, krisan, durian, manggis, semangka, serta melon.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Hingga saat ini, pelaku industri manufaktur cokelat terus mencermati perkembangan realisasi panen di Pantai Gading dan Ghana untuk menentukan langkah pengadaan bahan baku pada kuartal berikutnya. Fluktuasi harga di pasar berjangka New York diperkirakan masih akan terus bergerak dinamis seiring dengan fluktuasi angka persediaan di gudang komoditas bursa ICE.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow