Harga Kakao Hari Ini Naik Sentuh 4.254 USD per Ton
Harga kontrak berjangka kakao merangkak naik mendekati level tertinggi sejak pertengahan Mei pada perdagangan Senin (22/6/2026). Berdasarkan data pasar terkini, komoditas perkebunan utama ini diperdagangkan di kisaran 4.200 USD per ton.
Menurut laporan Trading Economics, harga kakao tepatnya bertengger pada angka 4.254,35 USD per metrik ton pada posisi 19 Juni 2026. Angka tersebut mencatat kenaikan sebesar 0,41 persen dibandingkan dengan hari bursa sebelumnya.
Kenaikan tipis ini memperkuat tren positif komoditas cokelat dalam jangka pendek. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, harga acuan kakao internasional ini telah mengalami pertumbuhan sebesar 9,39 persen.
Meskipun menunjukkan sinyal pemulihan dalam sebulan terakhir, harga kakao saat ini sejatinya masih berada dalam tekanan jika dibandingkan tahun lalu. Nilai pasar saat ini tercatat 50,75 persen lebih rendah daripada periode yang sama pada tahun lalu.
Sebagai perbandingan historis, harga bahan baku cokelat ini pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada level 12.906,00 USD per metrik ton yang terjadi pada Desember 2024 lalu.
Sementara itu, jika menilik ke belakang pada Mei 2025, harga acuan internasional biji kakao sempat dinilai seharga 9.865 USD atau setara Rp160.800.000 per ton, dengan asumsi kurs sebesar Rp16.300 per USD kala itu.
Berikut adalah perbandingan data pergerakan harga komoditas kakao berdasarkan periode waktu:
| Indikator Pasar | Nilai / Persentase |
|---|---|
| Harga Terkini (19 Juni 2026) | 4.254,35 USD/T |
| Perubahan Harian | +0,41% |
| Perubahan Bulanan | +9,39% |
| Perubahan Tahunan | -50,75% |
| Rekor Tertinggi (Desember 2024) | 12.906,00 USD/MT |
Untuk diketahui, ukuran bagi setiap kontrak perdagangan kakao di Bursa Berjangka New York (NYMEX) sendiri telah ditetapkan secara resmi sebesar 10 metrik ton per kontrak.
Penyusutan Proyeksi Surplus Pasokan Dunia
Kenaikan harga yang terjadi belakangan ini dipicu oleh koreksi perkiraan pasokan global. Lembaga analisis komoditas StoneX baru saja memotong proyeksi surplus kakao global untuk musim berjalan.
Koreksi Musim 2026/2027 dan 2025/2026
Lembaga StoneX memangkas proyeksi surplus kakao global untuk musim 2026/2027 menjadi 149.000 ton. Angka perkiraan ini turun signifikan dari proyeksi awal mereka pada bulan Januari yang sempat menyentuh 267.000 ton.
Tidak hanya itu, StoneX juga memotong estimasi surplus kakao untuk musim 2025/2026 menjadi 247.000 ton. Estimasi terbaru ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang berada di angka 287.000 ton.
Revisi Organisasi Kakao Internasional
Langkah pemangkasan ini sejalan dengan data Organisasi Kakao Internasional (ICCO). Pada akhir Mei, ICCO merevisi estimasi surplus kakao untuk musim 2024/2025 turun dari 75.000 ton menjadi tinggal 48.000 ton saja.
Di sisi lain, pergerakan stok fisik menunjukkan adanya penambahan volume di konsumen utama. Volume kakao yang disimpan di berbagai pelabuhan Amerika Serikat dilaporkan tumbuh sebesar 5.678 kantong, sehingga totalnya kini mengumpul sebanyak 2.923.471 kantong.
Proyeksi Nilai Kakao ke Depan
Berdasarkan model makro Trading Economics dan ekspektasi para analis komoditas, harga kakao diperkirakan akan diperdagangkan pada angka 4.232,80 USD per metrik ton pada akhir kuartal berjalan ini.
Namun, dalam jangka panjang, harga diperkirakan akan mengalami landasan baru. Konsensus analis memproyeksikan harga komoditas ini menurun ke angka 3.529,84 USD per metrik ton dalam rentang waktu 12 bulan ke depan.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Para pelaku industri komoditas dan petani lokal terus memantau pergerakan bursa New York ini mengingat harganya menjadi referensi utama dalam penentuan harga beli di tingkat domestik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow