Harga Karet Dunia Hari Ini Stabil pada Angka 142,97 Sen AS per Kilogram
Harga komoditas karet alam di pasar global terpantau stabil pada level 142,97 sen AS per kilogram pada hari ini Minggu (24/5/2026). Pergerakan ini mencerminkan situasi pasar yang dinamis setelah sempat mengalami dinamika pergerakan kontrak berjangka di bursa utama Asia Tenggara dan Jepang sepanjang triwulan kedua tahun ini.
Berdasarkan pantauan lembaga komoditas di Indonesia, komoditi karet dan karet bokar terus masuk dalam pengawasan intensif di tingkat petani. Langkah pemantauan ini krusial mengingat Indonesia merupakan salah satu kekuatan utama dalam peta produksi karet alam global.
Sebagai salah satu produsen utama, posisi Indonesia sangat dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi di kawasan Asia Tenggara. Anggota ASEAN Rubber Business Council (ARBC) sejauh ini menyumbang sekitar 71 persen dari total pasokan karet alam di dunia, di mana Indonesia kokoh menempati peringkat lima besar negara penghasil karet terbesar.
Perbandingan Harga Karet di Kawasan ASEAN
Meskipun harga global berada di kisaran 142,97 sen AS per kilogram, setiap negara anggota ARBC memiliki standarisasi harga tersendiri berdasarkan jenis produk yang dihasilkan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kualitas pengolahan serta permintaan dari negara konsumen terbesar seperti Tiongkok.
Tiongkok sendiri, mengacu pada data Statista, tetap memegang posisi sebagai konsumen karet terbesar di dunia. Negeri Tirai Bambu tersebut mencatatkan volume penyerapan pasar yang sangat masif, yakni mencapai angka 4,7 juta metrik ton.
Berikut adalah rincian perbandingan harga komoditas karet di beberapa negara produsen utama wilayah ASEAN yang dihimpun dari laporan perdagangan internasional:
| Asal Negara / Jenis Produk | Harga (Sen AS / Kg) |
|---|---|
| Thailand STR 20 | 141,89 |
| Thailand RSS 3 | 160,65 |
| Indonesia SIR 20 | 140,70 |
| Malaysia SMR 20 | 142,55 |
| Singapura TSR 20 | 139,80 |
| Singapura RSS 3 | 156,80 |
| Vietnam SVR 10 | 140,00 |
| Rata-rata Global | 142,97 |
Kondisi Harga KKK Tingkat Petani Sumatera Selatan
Di pasar domestik Indonesia, khususnya di wilayah sentra produksi seperti Sumatera Selatan, harga karet di tingkat petani sangat bergantung pada persentase Kadar Karet Kering (KKK). Fluktuasi harga global langsung memberikan dampak berantai pada pendapatan para petani di daerah.
Berikut adalah daftar harga karet berdasarkan tingkat Kadar Karet Kering (KKK) yang berlaku di wilayah Sumatera Selatan:
- Karet KKK 100%: Rp20.728 per kilogram
- Karet KKK 70%: Rp14.510 per kilogram
- Karet KKK 60%: Rp12.437 per kilogram
- Karet KKK 50%: Rp10.364 per kilogram
- Karet KKK 40%: Rp8.291 per kilogram
- Karet KKK 30%: Rp6.281 per kilogram
Tingginya variasi harga ini menuntut petani untuk meningkatkan kualitas pengolahan pascapanen agar bisa menyentuh kadar KKK yang lebih tinggi. Masalah krusial lain yang dihadapi sektor perkebunan domestik saat ini adalah produktivitas lahan perkebunan karet yang dinilai masih rendah, yaitu berada di angka 300 kilogram per hektar dalam setiap tahunnya.
Faktor alam turut memegang peranan penting dalam menentukan stabilitas pasokan dan harga di pasar global. Pohon karet merupakan tanaman tropis yang membutuhkan kondisi agroklimatologi spesifik, di mana tanaman ini hanya dapat tumbuh optimal di daerah dengan kelembaban berkisar 80 persen serta suhu udara antara 20 hingga 34 derajat Celsius.
Jika menilik performa historis dari bursa berjangka komoditas, harga karet sempat mencatatkan lonjakan signifikan beberapa tahun lalu. Sebagai contoh, pada 27 Juni 2022, harga karet di pasar berjangka Jepang sempat menyentuh angka JPY 259 per kilogram, melonjak sebesar 2,01 persen dibanding penutupan akhir pekan sebelumnya akibat pemulihan aktivitas industri di Tiongkok.
Sementara pada perkembangan kuartal sebelumnya, tepatnya per 16 April 2026, kontrak berjangka karet untuk bulan Mei 2026 di bursa Jepang sempat menguat 0,8 persen atau naik 3 yen ke level 379,4 yen per kilogram, walaupun kontrak September 2026 di Bursa Efek Osaka (OSE) menderita penurunan 0,54 persen ke level 388 yen per kilogram atau sekitar 2,44 dolar AS per kilogram.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Kondisi pasar regional yang dinamis dan fluktuatif tersebut pada akhirnya membentuk titik keseimbangan baru pada perdagangan hari ini. Para pelaku usaha dan kelompok tani di Indonesia kini terus memantau pergerakan nilai tukar serta volume permintaan ekspor guna mengantisipasi perubahan harga serapan lokal pada pekan depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow