Harga Karet Kontrak Berjangka Naik Menjadi 224,40 Sen AS per Kilogram

Smallest Font
Largest Font

Harga karet kontrak berjangka bergerak naik ke posisi 224,40 sen AS per kilogram pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 0,81 persen dibandingkan hari sebelumnya, di tengah pergerakan pasar komoditas global yang fluktuatif.

Meskipun mengalami penguatan harian, pergerakan harga komoditas ini menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan awal bulan. Pada awal Juni 2026, harga karet sempat diperdagangkan di sekitar level 230 sen AS per kilogram, yang merupakan level tertinggi sejak Januari 2017.

Fluktuasi ini membuat harga karet berjangka merosot ke kisaran 225 sen AS per kilogram pada pertengahan tahun 2026. Data pasar menunjukkan bahwa pergerakan nilai komoditas pertanian ini sangat dipengaruhi oleh dinamika pasokan global dan aktivitas panen di negara-negara produsen utama.

Jika menilik performa jangka panjang, harga karet internasional sebenarnya masih berada dalam tren positif. Selama sebulan terakhir, nilai komoditas ini tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,17 persen.

Performa yang jauh lebih impresif terlihat saat membandingkan posisi saat ini dengan periode yang sama pada tahun lalu. Nilai kontrak berjangka komoditas ini tercatat melonjak sebesar 38,78 persen dibandingkan waktu yang sama pada tahun sebelumnya.

Dalam rentang sejarah perdagangan dari tahun 1997 hingga 2026, harga karet telah melewati berbagai siklus ekstrem. Rekor tertinggi sepanjang masa tercapai pada Februari 2025 dengan harga menyentuh 815,00 sen AS per kilogram, sementara level terendah historis berada di angka 115,00 sen AS per kilogram.

Perkembangan Harga Karet SGX-Sicom

Sebagai salah satu acuan penting di Asia, pergerakan di bursa komoditas juga memberikan gambaran detail mengenai nilai riil komoditas ini. Perubahan harga internasional ini berdampak langsung pada nilai konversi mata uang lokal di Asia Tenggara.

Nilai Transaksi Karet SGX-Sicom

Berdasarkan data bursa Singapura, harga karet SGX-Sicom sempat tercatat sebesar 230,4 sen AS per kilogram pada transaksi pekan sebelumnya. Nilai tersebut setara dengan Rp41.354 per kilogram dengan menggunakan asumsi nilai tukar kurs Rp17.949 per dolar AS.

Perbandingan Harga Harian

Angka transaksi tersebut mencerminkan adanya penurunan sebesar Rp465 per kilogram dari hari sebelumnya. Pada hari tersebut, nilai perdagangan karet bertengger di level Rp41.819 per kilogram sebelum akhirnya terkoreksi.

Berikut adalah tabel rincian data performa harga karet berdasarkan indikator pasar terkini:

Data Performa Harga Karet Berjangka dan Historis
Indikator PasarNilai Perdagangan
Harga Berjangka (12 Juni 2026)224,40 sen AS/kg
Kenaikan Harian0,81%
Pertumbuhan Bulanan1,17%
Pertumbuhan Tahunan38,78%
Harga SGX-Sicom230,4 sen AS/kg (Rp41.354/kg)
Rekor Tertinggi (Februari 2025)815,00 sen AS/kg
Rekor Terendah (1997–2026)115,00 sen AS/kg
Harga Karet SGX Sicom Mengalami Penurunan Namun Tetap Kokoh | minimalis canel

Faktor Musiman Produksi di Kawasan Asia

Dinamika harga karet di pasar global tidak lepas dari faktor siklus panen alamiah di kawasan Asia Tenggara. Tiga negara produsen utama, yakni Thailand, Indonesia, dan Malaysia, memegang peranan penting dalam menentukan volume pasokan global.

Negara-negara tersebut saat ini sedang berada dalam siklus produksi aktif yang memengaruhi ketersediaan barang di pasar internasional. Beberapa aspek penting terkait produksi musiman ini meliputi:

  • Aktivitas musim penyadapan utama di Asia berlangsung dari sekitar bulan Mei hingga Oktober.
  • Volume getah karet segar melimpah selama periode panen ini, yang secara langsung menambah suplai pabrik pengolahan.
  • Fluktuasi harga harian sangat bergantung pada kondisi cuaca harian di wilayah perkebunan utama selama masa penyadapan berlangsung.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Hingga pertengahan Juni 2026, para pelaku industri dan petani di kawasan Asia Tenggara terus memantau pergerakan harga berjangka ini untuk menentukan strategi penjualan hasil bumi. Aktivitas perdagangan di bursa komoditas internasional diperkirakan tetap dinamis mengikuti perkembangan cuaca di wilayah produksi utama.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed